SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Mahasiswa Desak Polda Berantas Mafia Tanah

Reporter:

Ramlan

Editor:

doelbeckz

Senin , 30 Juli 2018 20:55
Mahasiswa Desak Polda Berantas Mafia Tanah

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam beberapa elemen melakukan aksi unjuk rasa di flyover Makassar, Senin (30/7). Mereka juga melakukan aksi di depan Mapolda Sulsel di Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar guna menuntut pemberantasan mafia tanah di Sulsel. foto: ramlan/rakyatsulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam beberapa elemen melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel di Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Senin (30/7).

Dalam aksi tersebut, mereka mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Umar Septono, agar memproses oknum polisi yang diduga terlibat dalam mandeknya beberapa kasus tanah di tingkat penyidik.

“Kami meminta kepada Polda Sulsel agar segera tangkap dan adili Irwansyah, sebagaimana yang telah ditersangka kan terhadap dirinya. Dia adalah oknum mafia tanah yang telah memalsukan data untuk diklaim dan kemudian menjual di Citraland,” tegas Abim, Jenderal Lapangan Aksi dalam orasinya.

Abim juga meminta kepada Mabes Polri agar segera memonitoring dan mengevaluasi kinerja Polda Sulsel dengan adanya dugaan keterlibatan oknum petinggi Kepolisian dalam melindungi tersangka Irwansyah.

“Polda Sulsel harus memberantas mafia tanah di Sulsel dan jangan pandang bulu,” terangnya.

Peserta demonstrasi yang menggunakan soundsystem dan mobil bak terbuka sebagai panggung orasi ini, akhirnya ditemui langsung Kasubdit III Tahbang, AKBP Bambang.

Di hadapan demonstran, Bambang mengaku, kasus tersebut masih terus berjalan dan tidak ada kasus yang dihentikan. Pihaknya juga telah memerintahkan penyidik untuk menuntaskan kasus tersebut dan akan segera dilimpahkan secepatnya.

“Hasil koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), masih ada yang perlu dilengkapi, sehingga berkas perkara tersebut dikembalikan lagi ke penyidik. Tapi dalam waktu tidak lama lagi, akan kembali dilimpahkan ke JPU,” terangnya.

Meski demikian, pada saat pertemuan tersebut tidak ada titik temu, sehingga perwakilan memberi waktu 2 X 24 jam untuk menangkap tersangka Irwansyah. Apabila, tidak dipenuhi maka massa akan menduduki Polda Sulsel. (****)


div>