RABU , 21 NOVEMBER 2018

Mahasiswa FIP UNM Ikuti Kuliah Umum Konseling Traumatik Pasca Bencana

Reporter:

Nhera

Editor:

Iskanto

Rabu , 17 Oktober 2018 10:40
Mahasiswa FIP UNM Ikuti Kuliah Umum Konseling Traumatik Pasca Bencana

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ratusan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengikuti kuliah umum konseling traumatik pasca bencana digedung HN FIP UNM, Selasa (16/10).

Dalam kuliah umum tersebut dihadiri Ketua Prodi Bimbingan Konseling Pascasarjana UNM, Farida Ariyani, Dosen FIP bimbingan konseling UNM Prof Alimuddin Mahmud, Muhammad Anas dan Abdullah Pandang. Hadir sebagai pembicara yakni dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Nandang Rusmana.

Nandang mengatakan, Mahasiswa tersebut diberikan pemahaman tentang trauma. Menurutnya, gangguan kecemasan pasca trauma merupakan gangguan psikologi atau kecemasan yang terjadi pada orang-orang yang pernah mengalami suatu peristiwa yang luar biasa.

“Seorang Guru bimbingan konseling harusnya membantu meringankan trauma anak-anak tersebut. Apalagi mereka yang sudah memiliki keterampilan harusnya lebih cepat menangani,” ungkapnya, Selasa (17/10).

Untuk menangani trauma tersebut, salah satunya adalah memberikan konseling kelompok. Jadi anak-anak yang mengalami trauma pasca bencana di setting dalam bentuk kelompok dan diberikan permainan yang biasa disebut terapi permainan kelompok.

“Bermain merupakan cara alamiah anak untuk mengekpresikan kebutuhan, serta melalui permaianan pula anak secara simbolis dapat mengatasi ketakutan dan trauma yang mereka alami. Lewat permainan inilah mereka beradaptasi dengan teman-temannya,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FIP UNM, Abdullah Sinring, menambahkan, manfaat yang bisa diambil dari kuliah umum tersebut ada dua yakni, yang pertama kebutuhan mahasiswa sebagai materi perkuliahan dan yang kedua memberikan kesiapan mental kepada mahasiswa sedianya mereka terjun kelokasi bencana baik itu dipengunsian di Makassar maupun dilokasitempat kejadian bencana, mereka sudah harus siap dengan keterampilan-ketermapilan konseling.

” Mahasiswa harus memiliki keterampilan seperti memahamami aspek kejiwaan para korban trauma, yang kedua keterampilan mengenai layanan apa atau kajian apa yang harusnya diberikan kepada korban sesuai dengan tingkatan umurnya. misalnya anak-anak kegiatan yang cocok sebagai terapinya. Kami berharap kegiatan ini memberikan pemahaman baru kepada mahasiswa dan siap kapan saja memberikan konseling traumatik pasca bencana,” tutupnya. (*)


div>