SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Mahasiswa Nilai Bupati Bantaeng Gagal Jaga Adat Istiadat Lokal

Reporter:

Editor:

dedi

Selasa , 13 Desember 2016 20:10
Mahasiswa Nilai Bupati Bantaeng Gagal Jaga Adat Istiadat Lokal

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM- Sejumlah Mahasiswa asal Kabupaten Bantaeng yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Mahasiawa Bantaeng (HPMB), dan Front Pemuda Pemerhati Adat Bantaeng (HPMB) raya mendatangi gedung DPRD Sulsel melakukan aksi demostrasi Selasa (13/12).

Dalam aksi ratusan mahasiswa ini, menilai pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam hal ini Bupati Bantaeng, Nurdi Abdullah gagal menjaga adat istiadat budaya lokal di daerah tersebut karena memberikan izin kepada salah organisasi yang melakukan event festival waria dengan mengenakan pakaian adat Bantaeng.

“Kami menilai Bupati Bantaeng gagal dalam memelihara adat istiadat budaya lokal. Pasalnya, dikotori oleh festival waria yang memberikan izin oleh bupati,” kata Aidi Akbar salah satu Jendral lapangan dalam orasinya.

Selain itu, dalam tuntutan tertulis yang dibacakan di depan gedung DPRD Sulsel, mahasiawa menuntut agar DPRD Sulsel membuat Perda atau regulasi agar larangan waria mengenakan baju adat diberlakukannya.

Akbar menyebutkan, adat istiadat merupakan sebuah warisan dari leluhur yang harus terus dipertahankan. Bantaeng yang dikenal dengan sebutan “Butta Toa” daerah beradat tidak dinodai oleh aktivitas kaum waria.

“Inilah kegagalan Bupati bersama jajaran pemerintahan yang memberikan izin kegiatan waria. Oleh itu, kami mendesak DPRD membuat Perda larangan,” terangnya.

Dalam aksi ini diterima langsung oleh ketua DPRD Sulsel M Roem.


div>