SELASA , 22 MEI 2018

Mahasiswa Unhas Olah Kulit Kopi Jadi Minuman Alternatif

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Minggu , 13 Mei 2018 23:28
Mahasiswa Unhas Olah Kulit Kopi Jadi Minuman Alternatif

ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Pengabdian Masyarakat, menggelar program pengabdian pada masyarakat, di Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, Jumat (11/5).

Pada kegiatan tersebut, Tim PKM Unhas memperkenalkan sebuah program inovasi yakni “Bukan Kupi” yang merupakan anonim dari bubuk instant kulit kopi.

Ketua Tim PKM Unhas, Andi Nur Fajri S mengungkapkan, program ini memperkenalkan inovasi bagaimana cara pengolahan kulit kopi menjadi sebuah produk yang juga dapat dikonsumsi, yaitu sebagai bahan tambahan pangan dan minuman layaknya teh.

“Program ini memperkenalkan bagaimana cara mengolah kulit kopi karena melihat potensi kopi di Enrekang khususnya Desa Latimojong cukup besar, namun pengolahan akan kulitnya masih sangat kurang,”Andi Nur Fajri S.

Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan bagaimana mengolah limbah yang selama ini terbuang begitu saja menjadi sebuah produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Beberapa program kerja yang dilakukan pada pelaksanaan program ini antara lain Go Desa, Course Day, dan Bukan Kupi Action. Go Desa merupakan program kelas pembelajaran mengenai pemanfaatan kulit kopi, nilai gizi yang ada pada kulit kopi serta manfaatnya bagi kesehatan.

Program ini merupakan inisiasi awal dalam membuka pengetahuan masyarakat akan potensi kulit kopi yang sering terabaikan. Kemudian course day diisi dengan pembelajaran bagaimana mengolah kulit kopi menjadi produk bernilai gizi dan ekonomis berupa Bubuk Instan Kulit Kopi serta bagaimana cara penyajian dari bubuk instan tersebut.

Program ini diharapkan membantu masyarakat Desa Latimojong dalam memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan produktivitas dan praktik langsung dalam pembuatan BUKAN KUPI.

“Kami berharap program ini dapat meningkatkan nilai ekonomis kulit kopi di Desa Latimojong, menghasilkan sebuah produk yang dapat dinikmati masyarakat, dalam membantu perekonomian masyarakat, serta masyarakat menjadi mandiri dalam mengolah limbah organik berupa kulit kopi,” imbuhnya. (*)


div>