JUMAT , 25 MEI 2018

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Along

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 07 Februari 2018 21:31
Mahkamah Agung Tolak Kasasi Along

Nico Simen. foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

Diperintahkan Bongkar 12 Unit Rumah di Atas RTH

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kisruh antara pengusaha properti Kiplongan Akemah dengan Jimmy Wisan, Direktur Utama PT Comextra Majora akhirnya menemui titik terang. Setelah Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) yang terdiri atas Mahdi Soroindah Nasution, Nurul Elmiyah, dan Yakup Ginting memutus menolak permohonan kasasi Kiplongan Akemah yang familiar dengan nama Along, terkait dengan 12 petak bangunan rumah yang rencananya akan digunakan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Kuasa Hukum PT Comextra Majora,
Nico Simen SH, Rabu (7/2), membenarkan Mahkamah Agung  RI menolak Kasasi yang diajukan Kiplongan. Sebelumnya, Pengadilan Tinggi Makassar melalui putusan nomor  164/PDT/2013/PT.Mks. tanggal 19 September 2013 telah mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan PT Comextra Majora yang diwakili Jimmy sebagai penggugat kepada Kiplongang.

“Putusannya sudah ‘inkracht’ dan Pengadilan Negeri akan segera melakukan eksekusi. Apalagi, permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Kiplongan juga ditolak MA, maka kekuatan hukum untuk melakukan eksekusi sudah tidak ada kendala. Kita berharap proses eksekusi ini tidak terlalu lama,” terangnya.

Nico menambahkan, salinan putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 1705 K/Pdt/2014 tanggal 17 Februari 2015 itu juga sudah ditembuskan ke Pengadilan Negeri Makassar. Dalam amar putusan menolak permohonan kasasi dari Kiplongan (pemohon kasasi) selaku Direktur PT Mitra Sari Makassar yang membangun perumahan Mutiara Indah di atas lahan RTH itu.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi Makassar melalui putusan nomor 164/PDT/2013/PT.Mks. tanggal 19 September 2013 telah mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan PT Comextra Majora yang diwakili Jimmy sebagai penggugat kepada Kiplongang. Hakim Pengadilan Tinggi Makassar menyatakan, beberapa bangunan perumahan dalam kawasan Perumahan Mutiara Indah XI yang lokasinya berdekatan dengan PT Comextra Majora harus bebas dari perumahan dan pemukiman penduduk untuk dijadikan RTH.

Hakim Pengadilan Tinggi Makassar menghukum tergugat dalam hal ini, Kiplongangan untuk membongkar 12 unit bangunan di Perumahan Mutiara Indah yang menjadi objek perkara.

Terkait dengan putusan tersebut, Kiplongang sebagai tergugat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, tapi ditolak.

“Pengadilan Negeri Makassar diharapkan segera melakukan eksekusi pembongkaran bangunan yang ada di atas lahan RTH itu,” terangnya.

Nico menambahkan, kekuatan hukum untuk melakukan eksekusi atas 12 petak bangunan itu, semakin kuat, karena permohonan PK yang diajukan Kiplongang melalui kuasa hukumnya Dr Hamdan Zoelva SH MH juga ditolak  Mahkamah Agung RI, berdasarkan putusan No. 233 PK/PDT/2017 tanggal 19 Juni 2017.

“Sehubungan dengan telah adanya putusan PK Mahkamah Agung RI tersebut, saat ini PT Comextra Majora sedang memproses eksekusi oleh Pengadilan Negeri atas diri Kiplongang, dimana sesuai putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap pihak Kiplongan, berikut orang yang mendapatkan hak darinya dihukum untuk segera mengosongkan dengan cara membongkar kembali 12 petak-petak bangunan objek perkara hingga kosong,” jelas Nico. (***)


div>