RABU , 21 NOVEMBER 2018

Mahyudin: Kalau Disingkirkan karena Gak Nyetor Rp 20 Miliar, Saya Tuntut

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 21 April 2016 10:22
Mahyudin: Kalau Disingkirkan karena Gak Nyetor Rp 20 Miliar, Saya Tuntut

int

RakyatSulsel.com — Tak bisa dipungkiri bahwa partai memberi “sumbangsih” besar dalam melahirkan para politisi korup.

Itu tak lepas dari gagalnya partai dalam meregenerasi kader yang berinrtegritas. Tak terkecuali partai Golkar.

Menurut calon ketua umum (Ceketum) Partai Golkar, Mahyudin, satu-satunya cara menekan perilaku korup adalah dengan melakukan pembudayaan perilaku bersih dalam setiap proses politik.

“Dan momentum itu ada pada Munas (Musyawaran Nasional) nanti. Golkar harus berubah. Sebagai partai tertua dan terbesar, wajib memberikan keteladanan,” ujar dia kepada awak media dalam sebuah diskusi di Jenggala Center, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/4).

Pernyataannya ini sekaligus menyinggung dana urunan yang dibebankan kepada ceketum Golkar dalam munas nanti. Kabarnya, tiap caketum mesti menyetor duit Rp 20 miliar sebagai mahar ikut bertarung.

“Kalau saya digugurkan di tengah jalan gara-gara gak nyetor Rp 20 miliar, saya akan tuntut Golkar. Munas ini hak kader, saya punya hak memilih dan dipilih,” beber pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR ini.

[NEXT-RASUL]

Mahyudin mengungkapkan, jika Golkar terus berpikir masalah setoran, mahar, atau apapun yang menjurus money politic, sulit bagi partai untuk merebut hati rakyat.

“Kalau ingin maju, Golkar ya harus baik. Udah lah, gak terus dipelihara yang namanya politik transaksional atau politik duit. Gak bagus,” pungas Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar itu.(mam/JPG)


div>