SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Main Dua Kaki, Dewan Soroti Dokter PNS

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Sabtu , 13 Oktober 2018 21:51
Main Dua Kaki, Dewan Soroti Dokter PNS

Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, M Rajab

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, M Rajab mengeritik sejumlah oknum dokter PNS yang bekerja di rumah sakit milik Pemprov Sulsel. Namun juga banyak yang bekerja di rumah sakit swasta.

“Saya mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat dan pasien bahwa beberapa oknum dokter PNS seringkali meninggalkan Rumah Sakit pemerintah untuk memberikan pelayanan di tempat lain. Dokter seperti ini harus disiplinkan agar lebih fokus bekerja di RS milik Pemprop,” kata Rajab, Sabtu (13/10/2018).

Padahal kata Rajab, dokter PNS tersebut semestinya fokus bekerja di rumah sakit milik Pemprov Sulsel. Karena hal tersebut terkait pelayanan kesehatan yang harus maksimal.

“Karena selama ini, kelihatannya, rumah sakit yang dikelola Pemprov Sulsel kalah bersaing dengan rumah sakit swasta. Sementara tenaga dokter rumah sakit pemerintah, juga banyak digunakan di rumah sakit swasta. Kan lucu. Ada hal apa, kenapa bisa begitu,” kata Rajab.

Sehingga Rajab berkesimpulan, manajemen di rumah sakit milik Pemprov Sulsel tidak berjalan baik. Termasuk juga, karena sistem pelayanan dan fasilitas rumah sakit yang kalah bersaing dengan rumah sakit swasta.

“Jadi menurut saya, pemerintah harus berani melakukan langkah tegas untuk menertibkan dokter PNS yang selama ini ikut bekerja di rumah sakit swasta. Ini saya banyak menerima keluhan soal ini. Langkah tegas bukan berarti melarang kerja di RS Swasta, tetap harus menjadikan RS Pemprop sebagai skala prioritas,” tambah juru bicara DPW Nasdem Sulsel ini.

Lanjut M Rajab, “seharusnya RS Pemprop Sulsel sebagai icon rumah sakit dalam pelayanan kesehatan yang prima. Ini tanggungjawab ke depan yang harus diperbaiki” tutur Rajab.

Rajab memberikan dua catatan kepada pemerintah, untuk dilaksanakan terkait hal tersebut. Pertama, Pemprov Sulsel mesti melakukan inventarisasi dokter PNS yang bekerja di ruma sakit swasta.

“Kedua, minta komitmen mereka untuk fokus dalam memberikan pelayanan di rumah sakit provinsi. Pelayanan itu harus ditingkatkan,” pungkas Rajab. (*)


Tag
div>