MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Mainkan Isu SARA, Cakada Terancam Diskualifikasi

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 26 September 2017 12:10
Mainkan Isu SARA, Cakada Terancam Diskualifikasi

Ketua Bawaslu Sulse, H. Laode Arumahi. (Doc.RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim pemenangan Calon Kepala Daerah (Cakada) harus mulai berhati-hati dalam memainkan isu perbedaan suku, agama, ras, dan golongan (SARA), untuk kepentingan politik. Jika terbukti memainkan isu SARA, cakada bisa terancam didiskualifikasi.

Isu SARA sering digunakan oleh tim pemenangan Cakada dalam mempengaruhi massa. Meski tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilih, namun isu terkait SARA sangat sensitif. Masyarakat diminta tidak terpengaruh dengan isu SARA yang dimainkan para oknum yang tidak bertanggungjawab, dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Laode Arumahi, mengatakan, persoalan pelanggaran terkait penyebaran isu SARA pada pilkada, khususnya di Sulsel 2018 mendatang, telah diatur dalam Undang-undang Pemilu. Dimana, pada Pasal 69 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, jelas melarang kampanye dengan hasutan, fitnah dan adu domba.

“Kalau isu SARA itu kan di undang-undang itu sudah diatur, bahwa dalam pelaksanaan kampanye itu tidak boleh ada indikasi SARA dan itu sudah ada sanksinya,” kata Arumahi.

Ia menjelaskan, bentuk penindakan yang dilakukan oleh Bawaslu sendiri tergantung dari konteks penyebaran isu SARA. Apakah itu lewat kampanye ke masyarakat, maupun media sosial yang kini sangat rawan beredarnya berita-berita Hoax atau berita yang tidak benar adanya.

“Tergantung dari konteksnya dia melakukannya dimana. Kalau pada saat kampanye atau saat iklan kampanyenya atau media sosial, itu pasti ada mekanisme untuk ditangani,” jelasnya.

Bagi tim pemenangan kepala daerah ataupun perseorangan yang terbukti menyebar informasi dengan indikasi SARA, Laode menegaskan akan ditindaki secara hukum sesuai dengan aturan yang ada di Undang-undang Pemilu.


div>