SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Maju Independen atau Tidak Bertarung !

Reporter:

Suryadi - Iskanto - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 15 November 2017 11:09
Maju Independen atau Tidak Bertarung !

Dok. RakyatSusel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membuka pendaftaran bagi kandidat yang ingin menempuh jalur perseorangan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, pada 25 November mendatang. Masih ada waktu sepuluh hari bagi kandidat yang tidak mendapatkan dukungan dari partai politik.

Sejauh ini, masih ada sejumlah bakal calon kepala daerah yang belum mengantongi jumlah dukungan partai politik yang cukup untuk bertarung di Pilkada Serentak 2018. Masih ada waktu sepuluh hari untuk menentukan, apakah akan maju melalui jalur independen, atau tidak akan bisa masuk ke arena pertarungan yang sesungguhnya.

Pinrang misalnya, bakal calon bupati asal Partai Amanat Nasional (PAN) Jamaluddin Ja’far Jerre (Triple-J), baru mengantongi tujuh kursi dari delapan kursi yang dipersyaratkan KPU. Antara lain PAN dua kursi, dan PKS lima kursi.

“Saya masih yakin maju lewat jalur partai. Saat ini sudah tujuh kursi, yaitu PAN dua kursi dan PKS lima kursi. Tinggal cari tambahan satu kursi. Atau satu parpol bisa melebihi,” kata Triple J saat dikonfirmasi via seluler, Selasa (14/11) kemairn.

Triple J menegaskan, jika sampai batas waktu pendaftaran ia tidak mampu mencukupkan jumlah dukungan, maka dirinya tidak akan bertarung di Pilkada Pinrang. Mengingat, ia tidak memiliki persiapan untuk mendaftar melalui jalur perseorangan, yang sudah akan dilaksanakan KPU 25 November mendatang.

“Kalau memang takdir saya tidak maju lewat parpol, tidak apa-apa. Saya kan status masih anggota DPRD. Waktu juga semakin sempit, tidak mungkin maju lewat jalur independen,” ujarnya.

Ia mengaku masih melakukan komunikasi dengan salah satu partai yang belum menentukan usungan. “Yang jelas masih intens komunikasi dengan pengurus parpol yang belum tentukan sikap. Hasil kita masih menunggu,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, bakal calon Wali Kota Palopo, Akmad Syaifuddin, yang juga belum mencukupkan kursinya tetap optimistis bisa ikut bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Palopo mendatang. Bahkan, Ome – sapaan akrab Akmad Syaifuddin, mengklaim, sudah ada sejumlah parpol yang akan segera memberikan rekomendasi dukungan kepada dirinya.

“Insyaallah kita tetap maju melalui jalur partai politik. Kita akan rampungkan ini, dan akan kita sampaikan beberapa waktu kedepan,” tuturnya.

Ome menjelaskan, optimisme yang ia tunjukkan bukan tanpa alasan. Pasalnya, komunikasi dengan sejumlah partai politik sangat baik dan tinggal menunggu rekomendasi tersebut diterbitkan untuk dirinya. Meskipun memang, ia enggan membeberkan partai apa saja yang telah merapat ke dirinya.

“Kita juga sudah komunikasi ke parpol, kalau untuk parpolnya nantilah, jangan dulu,” terangnya.

Senada dengan Triple J dan Ome, Amiruddin juga optimistis bisa bertarung di Pilkada Enrekang melalui jalur partai politik. Ketua DPD NasDem Enrekang ini sangat yakin akan mendapatkan tambahan partai untuk mencukupkan jumlah kursi saat ini sesuai syarat yang ditetapkan KPU.

“Insyaallah pasti ada. Bulan November ini Insyaallah, dan pastinya saya akan sampaikan,” imbuhnya.

Amiruddin mengaku tidak memiliki niat untuk maju di pilkada melalui jalur perseorangan. “Kalau jalur perseorangan saya kira tidak ada,” pungkasnya.

Sementara, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Syarifuddin Jurdi, menuturkan, situasi saat ini yang dihadapi oleh sejumlah bakal calon kepala daerah, memang sangat membuat cemas. Apalagi, jelang pendaftaran calon independen, namun rekomendasi tersebut belum kunjung diterbitkan.

“Memang dilema bagi calon yang belum pasti mengantongi rekomendasi partai. Sang calon yang tidak mempersiapkan diri maju lewat jalur independen, tentu akan mengurungkan niatnya maju,” terangnya.

Apalagi, bagi kandidat yang sedari awal tidak menyiapkan opsi kedua yakni jalur independen, tentunya harus gigit jari. Persoalan kesiapan maju jalur independen, bukanlah hal yang dapat dilakukan dalam waktu beberapa hari saja.

“Mengumpulkan KTP dalam tempo yang singkat tidaklah mudah. Kecuali memang sudah dimulai dan tinggal melengkapi sesuai syarat yang ditentukan Peraturan KPU dan Undang-undang,” papar Syarifuddin.

Namun memang, lanjut Syarifuddin, bagi calon kepala daerah yang memang memiliki popularitas serta elektabilitas yang tinggi, tentunya tidak akan khawatir dengan rekomendasi parpol yang tak kunjung terbit. Karena memang, untuk menerbitkan rekomendasi sebuah parpol tentunya butuh waktu dan mekanisme tersendiri.

“Calon potensial masih optimistis akan memperoleh dukungan partai, meskipun batas waktu pendaftaran calon independen sudah dekat,” terangnya. (*)

 


div>