MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Majukan Olahraga, Pemkot Parepare Gelontorkan Dana Hibah Rp 2.5 M

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Sabtu , 15 September 2018 17:47
Majukan Olahraga, Pemkot Parepare Gelontorkan Dana Hibah Rp 2.5 M

int

PAREPARE, RALSUL.COM– Demi kemajuan olahraga, Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare menggelontorkan dana hibah untuk pembinaan sebesar Rp2,5 miliar.

Dana yang kucur melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Parepare itu dialokasikan terbesar untuk atlet di pengurus cabang (Pengcab) olahraga masing-masing dan Pekan Olahraga Daerah (PORDA).

Bendahara KONI Parepare, H Bakhtiar Syarifuddin mengatakan, dari dana Rp2,5 miliar itu dialokasikan Rp1,5 miliar ke 27 Pengcab untuk pembinaan atlet dan Rp646 juta untuk kebutuhan kontingen PORDA.

“Kebutuhan PORDA ini mulai dari uang saku atlet dan pelatih, akomodasi, konsumsi, obat dan vitamin, tranportasi, kostum, dan lain-lain yang menjadi kebutuhan atlet,” terang Bakhtiar.

Sisanya, kata Bakhtiar, senilai Rp353 juta, menjadi anggaran rutin operasional KONI. Itupun lanjut dia, anggarannya tidak kucur sekaligus melainkan dalam dua tahap.

“Tahap pertama Rp1,25 miliar dan tahap kedua Rp1,25 miliar. Pengucuran dana tahap kedua, kami mintai laporan pertanggungjawaban dana tahap pertama setiap Pengcab. Karena setiap penggunaan dana di KONI diaudit oleh tim auditor internal,” papar Bakhtiar.

Penggunaan dana di KONI lanjut Bakhtiar, dirincikan secara transparan. Hingga besaran uang saku untuk atlet dan pelatih ikut dirincikan.

“Uang saku atlet di PORDA sebesar Rp750 ribu per orang dan pelatih Rp500 ribu per orang. Uang saku ini masuk langsung di rekening atlet, bukan di rekening orangtua, keluarga atau teman. Lewat Bank Sulselbar agar tidak ada lagi kliring atau potongan, karena dana hibah KONI cair di Bank Sulselbar,” beber Bakhtiar.

Namun demikian lanjut Bakhtiar, pasti ada kebutuhan insidentil atlet yang tidak tercover di KONI, karena itu Pengcab harus menganggarkan kegiatan berbasis PORDA.

“Jadi saya pikir, hanya Parepare yang menganggarkan Pengcab lebih besar dari operasional KONI. Bahkan ada di daerah lain, Pengcab sampai berkelahi dengan KONI, karena anggaran KONI lebih besar dari Pengcab,” tandas Bakhtiar. (MP1)


div>