SELASA , 18 DESEMBER 2018

Makassar Beerlibur Peduli Ekosistem dan Biota Laut

Reporter:

Lukman

Editor:

Rabu , 18 April 2018 23:08
Makassar Beerlibur Peduli Ekosistem dan Biota Laut

Makassar Beerlibur

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 80 persen sampah di laut berasal dari daratan. Keberadaan sampah itu menyebabkan ekosistem dan biota laut menjadi rusak. Khususnya peningkatan produksi sampah plastik.

Selain sulit terurai secara alami, sampah plastik ternyata mengancam kehidupan penyu yang ada di perairan, salah satunya di Selat Makassar. Kini binatang itu, terancam punah akibat perilaku manusia yang menjadikan laut sebagai tempat sampah.

Melihat kondisi ini yang makin meluas, Komunitas Makassar Beerlibur mengajak seluruh penggiat treveler untuk bersama-sama peduli dengan kondisi yang makin memprihatingkan ini.

Koordinator Makassar Beerlibur, Andi Firman K, mengatakan, kondisi yang mengancam kepunahan penyu harus disikap lebih cepat. Dimana seluruh pecinta liburan harus bersama-sama mengatasi persoalan ini yang dikemas dalam sebuah event.

“Dengan kegelisahan ini kita mengajak teman teman traveler untuk menyatukan presepsi tentang pariwisata bebas sampah, masalah sampah ini sangat penting, apalagi untuk kita yang gemar traveling,” katanya.

Pada tahun ini, Makassar Beerlibur mencoba mengajak semua pihak untuk ikut terlibat dengan menggelar even bertajuk ‘Sante-sante 2018’. Dimana even kali ini, lebih fokus pada lingkungan laut sesuai dengan tema yang dipilih, yakni ‘Save The Ocean’.

“Makassar Beerlibur melalui even Sante-Sante #savetheocean akan menjadi pemantik kepedulian kita terhadap ekosistem pariwisata kita, terutama untuk para traveler yang ngexplore Sulsel, kalau bukan kita siap lagi? Kalo bukan sekarang kapan lagi?,” terangnya.

Makassar Beerlibur kembali membuka trip yang berpusat di Pulau Langkadea pada 5-6 Mei 2018. Dimana Pulau Langkadea salah satu pulau yang memiliki keindahan bawah laut yang sangat menarik dan menjadi rumah sejumlah biota laut khususnya penyu.

“Di Sante-sante nanti kita juga akan menggelar beberapa kegiatan seperti bersih pantai, bincang pantai untuk membahas kondisi kehidupan penyu yang terancam akan sampah pelastik,” jelasnya.

Pulau Langkadea merupakan pulau tak berpenghuni dengan panorama yang memukau. Berbeda dengan jajaran pulau yang terdapat di Selat Makassar. Pasir putih yang indah dan airnya yang jernih memberi daya tarik tersendiri untuk tetap berlama lama menghabiskan waktu di pulau eksotis ini.

“Cukup ditempuh 60 menit menggunakan perahu angkutan tradisional milik nelayan melalui Pelabuhan Poeter Makassar. Kita sudah bisa menikmati pulau ini,” ungkap Ahmad Iqbal, Tim Acara Makassar Beerlibur.

Iqbal mengungkapkan jika ‘Sante-sante’ salah satu trip yang cukup menarik saat menginjakan kaki di pulau ini. Tidak hanya bersantai menikmati keindahan alam, berbagai sajian juga telah dipersiapkan tim Makassar Beerlibur untuk melengkapi liburan santai para peserta.

“Sante-sante kali ini, memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri dibanding trip sebelumnya. Pulau Langkadea akan lebih memanjakan mata, fikiran, perasaan anda menjadi benar benar lebih santai,” ujarnya. (*)


div>