SELASA , 18 SEPTEMBER 2018

Makassar Butuh 140 Kendaraan Pemadam Kebakaran

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 10 September 2012 11:17
Makassar Butuh 140 Kendaraan Pemadam Kebakaran

Imran Samad, Kepala Dinas Damkar Makassar

Imran Samad, Kepala Dinas Damkar Makassar

RAKYAT SULSEL . MUSIBAH kebakaran seolah menjadi hantu paling menakutkan bagi warga untuk saat ini. Hampir setiap hari ada saja kasus kebakaran di Kota makassar. Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar mencatat jumlah kebakaran yang terjadi sejak Januari hingga awal September 2012, tercatat sebanyak 86 kasus kebakaran.

Dari jumlah tersebut penyebabnya didominasi akibat arus pendek listrik berkisar 40 % atau 37 kasus. Bahkan ironisnya, kebakaran terjadi dalam waktu berdekatan seperti baru-baru ini Jumat (7/9) di Blok K6 BTN Minasaupa, Kecamatan Rappocini, sekitar pukul 10.00 Wita dan kembali terjadi Minggu (9/9) di BTN Antara Kecamatan Biringkanayya.

Maraknya kebakaran di Kota Makassar ini menjadi perhatian bagi sejumlah pihak termasuk Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar. Kepala Dinas Damkar Makassar Imran Samad mengatakan, instansinya telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan kelurahan agar menghindari potensi kebakaran. “Selain itu, kita juga menghimbau agar masyarakat menyediakan alat sefty seperti penyemprot untuk antisipasi awal,” katanya.

Selama ini, Damkar sering dinilai terlambat datang saat terjadi kebakaran. Hal ini menurutnya, sebenarnya standar untuk Damkar sendiri maksimal 15 menit harus ada di lokasi kebakaran, dan itu yang selalu dimaksimalkan. “Namun, kadang juga kita menemui kendala di jalanan, macetlah, kondisi lokasi juga tidak bisa dilalui Damkar atau masyarakatnya juga kurang mengerti,” akunya.

Dijelaskannya, saat ini Damkar memiliki 26 unit kendaraan, terdiri dari beberapa kendaraan penyemprot, kendaraan kreasi, tangki, kendaraan tangga, evaluasi, dan ambulans. “Kalau mengacu standar Asean, jumlah tersebut sangat terbatas. Yang menyaratkan setiap 10.000 jumlah penduduk satu unit mobil pemadam disediakan. Sedangkan di Makassar jumlah penduduk melebihi 1,4 juta jiwa orang atau diperlukan 140-an unit kendaraan. Apalagi, ada beberapa juga kendaraan kami yang rusak. Selain itu, pakaian Safety untuk pasukan juga sangat minim. Seperti jaket anti panas, kaos tangan dan lain-lainnya. Yang kadang para patugas harus menerobos api, yang bisa kadang juga pasukan kami yang terluka,” terangnya.

Berikut wawancara Kepala Dinas Damkar Makassar Imran Samad bersama Harian Rakyat Sulsel akhir pekan kemarin.

 

 

+ Akhir-akhir ini, sering terjadi kebakaran di Makassar, apakah ini dampak dari kelalaian masyarakat atau faktor apa?

 

– Seperti kita lihat, memang kebakaran sangat marak terjadi di Makassar. Data yang kami terima, memang yang lebih banyak kasus kebakaran dikarenakan arus pendek listrik dengan presentase sekitar 40 persen yakni 37 kasus dari total 86 kebakaran yang terjadi, dan selebihnya penyebab yang lainnya. Jika dikatakan kelalaian masyarakat, kita tidak bisa juga menjust seperti itu, yang pasti hal ini perlu menjadi pelajaran bagi masyarakat agar memperhatikan segala kemungkinan itu. Misalnya arus pendek listrik itu seharusnya masyarakat agar memperhatikan penempatan kabel. Jangan terlalu banyak berlebihan memasang, misalnya menyambung beberapa kabel di satu colokan yang itu sangat berbahaya dan menimbulkan arus pendek.

 

+ Khusus Damkar sendiri bagaimana upaya mensosialisaikan ke masyarakat agar potensi kebakaran dapat dihindari?

– Kami tentunya di Damkar tidak menginginkan adanya terjadi musibah kebakaran. Upaya kita berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan masing-masing daerah agar menghindari potensi kebakaran. Selain itu, kita juga mengimbau agar masyarakat menyediakan alat sefty seperti penyemprot untuk antisipasi awal.

 

+ Terkadang Damkar sendiri dinilai sering datang terlambat pada saat api sudah membesar. Kenapa?

– Yah sebenarnya standar untuk Damkar sendiri maksimal 15 menit harus ada di lokasi kebakaran, dan itu yang selalu kita maksimalkan. Namun, kadang juga kita menemui kendala di jalanan, macetlah, kondisi lokasi juga tidak bisa dilalui Damkar atau masyarakatnya juga kurang mengerti.

 

+ Maksudnya masyarakat kurang mengerti?

– Ya, kadang juga di lokasi, masyarakat mengahalang-halangi atau mengambil alih tugas Damkar dengan berupaya menyemprot sendiri kebakaran. Menurut kami, percayakanlah pihak kami yang sudah dilatih secara profesional menangani kebakaran.

 

+ Saat ini jumlah alat Damkar sudah maksimal?

– Saat ini kendaraan kami berjumlah 26 unit kendaraan, terdiri dari beberapa kendaraan penyemprot, kendaraan kreasi, tangki, kendaraan tangga, evaluasi, ambulans. Kalau mengacu standar Asean, jumlah tersebut sangat terbatas. Yang menyaratkan setiap 10.000 jumlah penduduk satu unit mobil pemadam disediakan. Sedangkan di Makassar jumlah penduduk melebihi 1,4 juta jiwa orang atau diperlukan 140-an unit kendaraan.

Apalagi, ada beberapa juga kendaraan kami yang rusak. Selain itu, pakaian Safety untuk pasukan juga sangat minim. Seperti jaket anti panas, kaos tangan dan lain-lainnya. Yang kadang para patugas harus menerobos api, yang bisa kadang juga pasukan kami yang terluka.

 

+ Jadi jika seperti itu, bagaimana upaya Damkar sendiri?

– Yang pasti sudah kewajiban kami untuk tetap melindungi masyarakat, meski apa yang ada sekarang minim tapi bukan menjadi ukuran bagi kami tidak semangat dalam bekerja.

 

+ Apa harapan Anda?

– Mari kita sama-sama menjaga potensi kebakaran. Masyarakat juga kalau mendengar serene Damkar mengerti supaya kita bisa sampai tepat waktu. (Hasanuddin/D).


Tag
div>