JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Makassar Diusulkan Tuan Rumah Munaslub

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 02 Februari 2016 12:01
Makassar Diusulkan Tuan Rumah Munaslub

int

PENULIS: HERMAN – FAHRIL – SOPHIAN
EDITOR: LUKMAN

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Jika tak ada aral melintang, Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar akan digelar April mendatang. Makassar sendiri disebut-sebut bakal menjadi tuan rumah berlangsungnya pemilihan Ketua Umum Golkar yang baru nanti.

Ketua DPD I Golkar Sulbar Anwar Adnan Saleh menyebutkan Munas atau Munaslub Golkar besar kemungkinan akan digelar di Makassar. Menurut dia, hal tersebut sesuai dengan kesepakatan sebelum pelaksanaan Munas di Riau tahun 2009 lalu.

“Kan kesepakatannya lalu itu saat kepengurusan JK (Jusuf Kalla) ada dua pilihan untuk tuan rumah pelaksanaan Munas Golkar tahun 2009, yakni Riau dan Makassar. Tapi saat itu yang disepakati adalah di Riau, lalu Munas selanjutnya baru akan dilaksanakan di Makassar,” kata Anwar.

Gubernur Sulbar ini menegaskan, jika tidak ada salahnya jika Munaslub Partai Golkar dilaksankan di Makassar. Menurut dia tidak ada yang perlu ditakuti.

“Apanya yang mau ditakuti, tujuan kita kan untuk menyatukan kembali partai Golkar yang sempat tekoyak-koyak, dan saya minta semua teman-teman se-Indonesia Timur siap menyelenggarakan di Makassar,” jelasnya.

Anwar sangat yakin jika pelaksanaan Munaslub di Makassar akan jauh lebih aman. Karena petinggi partai Golkar banyak di Makassar seperti Jusuf Kalla. “Jadi tidak ada yang perlu ditakuti, saya rasa gubernur akan mengamankan,” tegasnya.

Sementara Wakil Ketua Golkar hasil Munas Riau, Nurdin Halid menyebutkan, peluang Makassar untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Munaslub tetap ada. Meski demikian, dirinya tak bisa memastikan 100 persen Makassar akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Munaslub.

[NEXT-RASUL]

“Ya, bisa saja Makassar, semua daerah berpeluang. Tapi semua itu tergantung ketua (Aburizal Bakrie). Dan soal lokasi pelaksanaan Munaslub akan kita bicarakan saat rapat harian nanti,” jelasnya.

Nurdin sendiri memgaku tidak tahu persis soal adanya kesepakatan untuk menunjuk Makassar sebagai tuan rumah pelaksaan Munas di era kepemimpinan Jusuf Kalla. “Wah, kalau soal itu saya tidak tahu persis,” ujarnya.

Nurdin menambahkan, untuk sementara kepengurusan hasil Munas Riau yang memiliki legal standing untuk menggelar Munaslub. Itu kata dia setelah adanya perpanjangan SK kepengurusan dari Kemenkumham.

“Jadi soal siapa pelaksana Munaslub tidak perlu lagi kita perdebatkan. Segera kita akan melakukan rapat untuk mengatur jadwal dan lokasi Munaslub nanti,” jelas Nurdin.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan, agar jangan ada yang bermain duit dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang rencananya digelar April mendatang.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, sinyal ke arah perbuatan tersebut sudah ada dan tercium KPK. “Data jumlah nominal juga sudah ada sinyalnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Jakarta, Agung Laksono mengusulkan agar KPK mengawasi pelaksanaan Munaslub. “KPK dapat menjadi pengawas nantinya. Jadi kalau ada calon ketum yang macam-macam bisa langsung digugurkan,” ujar Agung.

[NEXT-RASUL]

Ketua Dewan Perawakilan Daerah (DPD) I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo pun sangat setuju dengan rencana tersebut.

“Saya setuju sekali itu. Saya tidak mau main-main begitu. Dari awal kalau sudah salah, pasti nanti salah. Saya tidak terbiasa dengan seperti itu,” ungkapnya.

Berarti, kata dia, orang-orang yang hanya mengandalkan uangnya bakalan tidak laku. “Kalau mau mengandalkan idealisme, kebijakan, dan pengalaman ayo kita tempur,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Farouk M Beta yang mendukung keterlibatan pengawasan KPK dalam Munaslub Golkar. “Iya Insya Allah. Pengawasan harus dilakukan,” ujarnya. (E)

SYL: Saya Bicara Dulu Sama Pak Wapres

MAKASSAR – Ketua Dewan Perawakilan Daerah (DPD) I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo kembali angkat bicara terkait dukungan dari berbagai pihak terhadap dirinya untuk maju menjadi ketua umum DPP Golkar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 24 DPD II kabupaten/kota se-Sulsel telah menyatakan dukungannya terhadap Gubernur Sulsel dua periode ini.

“Saya bicara dulu sama Pak Wapres (Jusuf Kalla) sebagai orang tua kita. Saya bicara dulu dengan Presiden. Tentu saja ini membutuhkan pikiran banyak orang. Secepatnya. Saya kan masih gubernur. Ada Presiden saya, ada pak Jokowi. Mereka harus memberi saya izin dulu,” tuturnya usai meletakkan batu pertama pembangunan Masjid An-Nadzir di Gowa, Senin (1/2).

[NEXT-RASUL]

“Kalau dia (Presiden) juga bilang selesaikan Sulawesi Selatan, saya selesaikan. Saya anak buah yang baik,” lanjutnya.

SYL menambahkan, Golkar merupakan partai besar. Menurut dia, banyak sekali kepentingan di dalam Golkar. “Saya mau menjajakinya lebih klir. Saya tidak biasa maju dengan setengah-setangah,” ucap SYL.

Oleh karen itu, lanjut SYL, dirinya tidak ingin maju hanya karena sikap emosional saja. Namun, betul-betul menghitung langkah secara pasti untuk kepentingan rakyat.

“Saya janjikan itu. Bukan hanya jadi ketua umum kemudian dapat jabatan, tidak. Saya sudah gubernur. Oleh karena itu, mari kita hitung langkah kita dengan baik,” imbaunya.

Golkar, kata dia, harus menjadi kekuatan yang efektif untuk menjaga perjalanan dan orientasi kenegaraan serta menjaga kebijakan pemerintah untuk berpihak kepada rakyat.

“Kalau toh saya harus maju, saya harus pastikan itu. Kita duduk dulu sama-sama. Bukan untuk saya saja. Kalau kau bilang, saya jalan. Saya tidak lagi butuh lagi jabatan berlebihan,” ujar SYL.

Dalam kesempatan ini, salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) islam An-Nadzir pun menyatakan secera resmi dukungannya kepada Syahrul untuk maju menjadi Ketum DPP Golkar. Hal itu disampaikan langsung Pimpinan Jamaah An-Nadzir Ustadz Lukman A Bakti.

[NEXT-RASUL]

“Diperlukan tokoh yang cerdas dan mempunyai gagasan cemerlang. Negeri ini sudah kehilangan arah. Diperlukan nahkoda yang mengetahui arah. Maka, dengan itu kepada Bapak Gubernur kami yakin. Kami melihat bapak adalah orangnya,” tuturnya.

Peluang Ketua DPD Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memenangkan perolehan suara dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) DPP Golkar dinilai, cukup besar terjadi.

Hal itu jika Gubernur Sulsel dua periode ini, mampu mensolidkan dan meramu tim pemenangan yang bekerja dalam memenangkannya pada Munaslub mendatang. Apalagai sejuah ini, SYL disebut-sebut sudah mengantongi 180 suara yang berasal dari DPD I dan II se-KTI (Kawasan Indonesia Timur). Jumlah tersebut, dinilai sudah memenuhi syarat minimal 30 persen dukungan awal.

Direktur Strategi Pemenangan dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI) Irfan Jaya mengatakan jika SYL maju maka bisa memecah konsentrasi kubu Aburizal Bakrie (ARB), jika Ketua Golkar hasil munas Riau tersebut mendorong Setya Novanto atau Ade Komaruddin untuk menjajal Munaslub.

Begitupun dengan Kubu Agung Laksono, bahwa adanya nama seperti Airlangga Hartarto yang disebut-sebut bakal mewakili kepentingan AL di Munaslub, dengan kehadiran SYL maka gerbong politik Golkar di Munaslub akan semakin dinamis.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa ARB bisa saja membelokkan dukungan dari Akom atau Setnov ke SYL, karena SYL ini juga merupakan salah satu yang punya loyalitas ke ARB, begitupun sebaliknya antara figur yang menjadi representasi AL di Munaslub,” ujarnya, Senin (1/2).

Namun peluang SYL maju di Munaslub bisa saja terganggu, jika Nurdin Halid maupun Idrus Marham juga ikut berkompetisi. “Jika pak Nurdin dan Pak Idrus ikut berkompetisi, maka soliditas suara di KTI untuk SYL bisa saja terganggu,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Sejauh ini menurut Irfan, dengan adanya dukungan suara ke SYL yang disebut sebanyak 180, dari total suara yang diperebutkan sebanyak 566 suara, SYL sisa memfokuskan diri untuk menggarap suara DPD di daerah jawa dan Sumatera.

Sejauh ini kapasitas SYL sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), dinilai punya peluang untuk memecah suara elit Golkar yang selama ini punya basis di dua wilayah itu.

“Rata-rata Gubernur di daerah merupakan kader Golkar, sehingga Pak SYL bisa memakai jaringan APPSI untuk melakukan kerja pemenangan di Munaslub,” terangnya.

Hanya saja, dari berbagai indikator dan peluang SYL untuk memimpin DPP Golkar, masih sangat bergantung dari kesediaan SYL sendiri dalam menjajal Munaslub. Selain menunggu keseriusan SYL, peluangnya maju juga sangat bergantung dari dukungan elite maupun sesepuh Golkar, semisal JK.

“Kita masih menunggu sejauh mana keseriusan SYL. Karena kompetisi nasional seperti ini tidak bisa bergerak tanpa adanya tim tank yang serius, dan pastinya untuk maju harus tunggu komando juga,” kata dia.

Diketahui secara akumulatif, suara yang akan diperebutkan nantinya dalam Munaslub Golkar berjumlah 556 suara terdiri dari 512 suara DPD II, 34 suara DPD I, 8 ormas dan 2 organisasi sayap. (sop-ril/D)


div>