SENIN , 10 DESEMBER 2018

Makassar Jadi Percontohan Kota Layak Anak

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 15 April 2016 13:18
Makassar Jadi Percontohan Kota Layak Anak

ASEP/RAKYATSULSEL/D MENTERI PPA TINJAU SEKOLAH. Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Susana Yembise menyalami sejumlah siswa saat melakukan kunjungan ke Sekolah Ramah Anak Sekolah Dasar Terpadu Islam (SDTI) Ar-Rahmah di Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar, Kamis (14/4). Dalam kunjungannya, Yohana Susana Yembise mendorong sekolah-sekolah di Sulsel dapat dijadikan model SRA (Sekolah Ramah Anak) agar kekerasan tidak terjadi lagi serta mencegah terjadinya perundungan terhadap anak.

RakyatSulsel.com — Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menjadikan Makassar sebagai kota layak anak mendapat apresiasi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof Dr Yohana Susana Yembesie.

“Saya senang, Makassar canangkan kota layak anak, ini merupakan inovasi terbaru pak wali kota sebagai kota percontohan semoga diterapkan juga di daerah lain di Indonesia,” kata Yohana saat menjadi pembicara pada Seminar bertajuk ‘Sekolah Ramah Anak dan Aman Bencana Menuju Sekolah Garis Depan di Yayasan Pendidikan Laniang, Kamis (14/04).

Fenomena kekerasan terhadap anak dan seksualitas perempuan di berbagai daerah, menjadi sorotan menteri asal Papua ini. Menurutnya, saat ini kasus kekerasan terhadap anak menjadi berbincangan hangat, dan menjadi perhatian serius untuk diatasi semua pihak.

“Tentu ada perhatian khusus untuk mencegah kekerasan terhadap anak, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga,” ucapnya.

Bukan hanya itu, Yohana terpukau melihat keindahan dan kemajuan Kota Daeng. Bahkan dihadapan tamu undangan menteri terang-terangan mengatakan merasa bangga hadir di Makassar, dan sangat terinspirasi melihat Makassar.

“Saya sangat, sengang, saya tertarik dengan keindahan Makassar, kalau bisa saya usulkan akhir tahun 2016, Makassar tuan rumah konfrensi kota layak anak dan pemberdayaan perempuan,” terangnya disambut tepuk tangan.

[NEXT-RASUL]

Lebih lanjut, Yohana menyebutkan, kota Makassar sudah maju. Hal ini tak terlepas dari kinerja Wali Kota Makassar, Moha Ramdhan “Danny” Pmanto. Olehnya, semua pihak harus berpartisipasi untuk membangun anak Indonesia yang berprestasi dan terbebas dari hal negatif.

“Pak wali kota ini punya konsep inovatif membangun Makassar jauh lebih baik, pak wali kota sangat kreatif dan gemar berinovasi membangun daerahnya, peran pak Presiden Jokowi kepala daerah harus inovasi,” katanya.

Terkait dengan upaya membangun anak, lanjutnya, sangat berharap bila anak-anak seharusnya diberikan kebebasan berekspresi dan berinovasi demi terpenuhinya hak-hak anak untuk bangsa lebih baik kedepannya. “Hal ini demi mendapatkan generasi pelanjut yang jauh lebih baik,” tuturnya.

Sementara Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto sebagai sosok yang memberikan inspirasi bagi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Berbagai program yang berpihak pada anak dan perempuan yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan menjadi acuan bagi Yohana saat melayangkan pujian pada Danny.

“Kita butuh sosok yang mampu memberikan inspirasi bagi perlindungan anak, dan Pak wali kota sudah memberi kita inspirasi, motivasi, dan inovasi melalui berbagai program,” terang Yohana.

[NEXT-RASUL]

Kinerja anak buah Danny Pomanto dalam bidang Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) mampu pukau Yohana. “Keterlibatan lintas sektor memang kita butuhkan dalam menangani masalah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ucapnya.

Yohana menambahkan, persoalan anak butuh perhatian karena anak adalah investasi untuk masa depan bangsa. “Penting bagi kita untuk membangun kota yang mandiri dan layak anak,” tegas. Isu sekolah aman dari bencana juga menjadi perhatian Menteri Yohana. Ia menegaskan pentingnya melindungi anak – anak dari bencana pornografi, miras (minuman keras), narkoba (narkotika dan obat terlarang), dan LGBT (Lesbian, Gay, Biseks, dan Trans Gender).

“Ada 3.000 ribu jaringan gay anak – anak, kita harus peduli itu sebagai negara yang tetap menjaga ideologi negara kita tetap kuat,” pungkas Menteri Yohana.

Sementara di hadapan Menteri Yohana, Wali Kota Makassar Danny Pomanto memuji kinerja jajarannya yang mampu menerjemahkan visi dan misi pemerintahannya melalui berbagai program terobosan. “Kami punya kepala BPPPA yang hebat,” puji Danny.

Danny menambahkan, gebrakannya sebagai inisiator kota layak anak lewat Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA), serta bekerjasama dengan semua pihak.

“Program pendampingan 1.000 hari pertama kelahiran bekerjasama Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dengan leading sector Dinas Kesehatan serta deklarasi revolusi pendidikan dengan program satu anak satu tarian, talenta, olah raga, dan tiga pohon,” sebut Danny.

[NEXT-RASUL]

Danny menyebutkan, sekarang anak-anak mulai bangkit meski tinggal di lorong. Olehnya, pendidikan bagi anak-anak bangsa sangat penting untuk membangun bangsa ini untuk lebih baik lagi. “Alhamdulilah anak lorong sekarang sudah bisa berprestasi,” ucapnya.

Danny juga menjabarkan secara sekilas jika akan membangun pedistrian, dan mendatangkan pete-pete smart, Makassar kota hijau dihadapan Yohana. “Dari berbagai program peristrian utama agar memberikan kenyamanan bagi disabilitas,” tutup.

Seminar siang itu juga diisi dengan penandatanganan komitmen kota atau kabupaten layak anak oleh Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, Bupati Pangkep, Syamsuddin A. Hamid, Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, dan Yayasan Pendidikan Laniang. (D)


Tag
div>