RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Makassar New Port Beroperasi Oktober

Reporter:

Nhera

Editor:

Iskanto

Kamis , 13 September 2018 08:04
Makassar New Port Beroperasi Oktober

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (kedua kanan) bersama Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung (kanan), saat melakukan kunjungan lokasi pembangunan Makassar New Port (MNP), Rabu, (12/9).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM  – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke Pelabuhan Makassar dan lokasi pembangunan Makassar New Port (MNP), Rabu (12/9).

Dalam kunjungannya, Budi Karya yang ditemani Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung, mengatakan uji coba operasionalisasi Makassar New Port akan dilakukan pada Oktober mendatang.  Secara teknis sudah relatif selesai, sisa menunggu  finising.

“Mestinya bisa selesai dan sudah dilaksanakan uji coba di Oktober mendatang. Apalagi MNP sudah sangat dinantikan dioperasikan,” ungkapnya.

Kawasan MNP tersebut telah melakukan reklamasi hingga 60 Hektar. Diharapkan bisa mengelola kontainer sebanyak 1 Juta. Dengan kapasitas besar tersebut Pelindo 4 diminta agar melaksanakan  secara seksama dan baik.

“Bagiamana industri- industri di Makassar ini saling kolaborasi dengan pelindo 4,  sehingga ekspor impor yang masuk dan keluar bisa berjalan dengan baik. Tujuannya agar efesiensi itu cepat tercapai,” terang Budi.

Sementara, Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung menambahkan,  hingga 11 September 2018, progress pembangunan MNP Tahap IA telah mencapai 82,86% terdiri dari Paket A 94,84%, Paket B 82,58% dan Paket C 64,84%.

“Hingga 11 September 2018, realisasi kegiatan untuk Paket A yaitu upper structure dermaga,” kata Doso.

Sementara realisasi kegiatan untuk Paket B meliputi pekerjaan revetment, pengecoran saluran precast, pekerjaan perkerasan paving block dan rigid, serta pekerjaan dredging kolam putar. Untuk Paket C, kegiatan yang sudah terealisasi yaitu produksi core 1 – 5 kg, produksi underlayer 5 – 10 kg, pemasangan core breakwater (1 – 5 kg) dan pemasangan toe protection breakwater (100 – 160 kg).

Doso mengatakan, sistem dermaga yang diaplikasikan adalah secant pile dengan sistem boring yang bisa mengefisiensikan waktu dan biaya dengan kualitas yang lebih baik, di mana penerapannya baru ada dua di dunia, yaitu di Liverpool dan Makassar New Port.

“Dermaga ini adalah dermaga modern yang terkoneksi dengan jaringan kereta api Trans Sulawesi dan akan dioperasikan terintegrasi dengan pusat logistik Kawasan Berikat. Proyek MNP telah ditinjau oleh Wapres, Jusuf Kalla dan Menteri BUMN, Rini M. Soemarno beberapa waktu lalu dan proyek ini merupakan Proyek Strategis Nasional,” tegasnya. (*)


div>