KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Maksimalkan Mesin Partai, Berkarya Akan Gelar Bimtek Untuk Calegnya

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Iskanto

Kamis , 20 September 2018 16:15
Maksimalkan Mesin Partai, Berkarya Akan Gelar Bimtek Untuk Calegnya

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menjelang penepatan Daftar Calon Tetap (DCT) Calon legislatif (Caleg) oleh KPU, partai politik berbodong-bondong untuk melakukan pembekalan kepada Caleg mereka agar bisa mendapatkan kemenangan pada Pemilu 2019 mendatang.

Seperti halnya dilakukan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya yang akan melakukan rapat kordinasi dan pembekalan kepada 70 caleg mereka yang akan memperebutkan kursi menuju DPRD Sulsel.

Ketua DPW Berkarya, Andi Patabai Pabokori mengatakan kegiatan rapat kordinasi atau Bimbingan Teknis (Bimtek), merupakan rangkaian memaksimalkal mesin politik menjelang Pileg yang akan dilaksanakan di Pondok Madina, Jl Printis Kemerdekaan, Jumat (21/9) mendatang.

Mantan bupati Bulukumba dua priode ini menyebutkan, jika
Bimtek tersebut akan dibuka langsung oleh Wakil Sekertaris Jeneral (Wasekjen) DPP Partai Berkarya, Sumarini Kamaruddin dan semua caleg diwajibkan untuk hadir.

“Seluruh caleg wajib hadiri bimtek. Bimtek ini penting karena akan ada strategi menghadapi Pemilu 2019,” ujar Andi Patabai Pabokori.

Dirinya juga menyebutkan jika saat ini ada 70 caleg partai Berkarya, jika dari mereka tidak hadir, maka otomatis akan diberhentikan sebagai caleg. Karena dalam Bimtek tersebut ada hal yang stategis akan dibahas, salah satunya penandatangan fakta initegritas untuk seluruh Caleg.

“Nanti ada penandatangan fakta integritas, jika tidak hadir maka dinyatakan mengudurkan diri,”ucapnya.

Dalam Bimtek tersebut, akan dibicarakan strategi pemenangan, bagaimana partai yang baru seumur jagung ini bisa jug mendapatkan kursi di parlemen 2019 mendatang. “Nanti akan membahas strategi pemenangan,” ujarnya.

Untuk targek kemenangan DPW Berkarya tidak sesumbar seperti partai lain, yang mengingkan begitu tinggi kursi. Tapi baginya akan berpikir realistis disetiap dapil. “Kami berpikir ralistis saja, palingan satu kursi setiap dapil,” jelasnya. (*)


div>