Malaysia Deportasi 41 TKI, Nih Gara-garanya

ilustrasi

RAKYATSULSEL.COM – Kepolisian Malaysia menangkap warga Indonesia yang tak memiliki dokumen resmi di negaranya. Sedikitnya 41 pekerja asal Indonesia yang ditangkap, kemudian dipulangkan.

Kepala BP3TKI Pontianak Kombes Pol Aminudin mengakui bahwa angka pekerja gelap di Malaysia masih begitu tinggu. Hal ini dapat dilihat dari maraknya pemulangan (deportasi) yang dilakukan pemerintah Malaysia terhadap pekerja Indonesia.

TKI non prosedural itu dipulangkan melalui PLBN Entikong, Sanggau. “Mereka bermasalah. Dan mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Kalbar, NTB, NTT, Jawa Barat dan Jawa Timur,” jelas Kombes Aminudin, Kamis (20/4).

“Tak hanya dari provinsi itu saja. Ada juga pekerja gelap di Malaysia yang berasal dari Sulawesi Selatan, Jakarta, Maluku, Aceh, Riau dan Jawa Tengah,” sambungnya.

Dari 41 TKI, 35 di antaranya sudah diberangkatkan dari Entikong menuju Dinas Sosial Kalbar di Kota Pontianak. Sementara enam lainnya dijemput keluarganya.

TKI ilegal ini terjaring razia polisi Malaysia. Ketika diperiksa, mereka tak dapat menunjukkan paspor. Masalah lainnya, cap paspor mati, overstay dan tidak punya visa kerja.

“Para TKI ilegal yang tertangkap, terlebih dahulu menjalani hukuman penjara di Sarawak selama beberapa bulan. Setelah itu barulah dipulangkan ke Indonesia,” jelas Aminudin.

Dikatakan Kepala BP3TKI Pontianak, banyak faktor yang menyebabkan pekerja migran mengalami kasus di luar negeri. Kebanyakan ulah oknum atau pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengirim mereka secara non prosedural. “Sebagian besar kasus yang kami ungkap bekerja sama dengan kepolisian Malaysia, adalah pengiriman TKI secara ilegal,” katanya.

Mengirim TKI tanpa prosedur itu melanggar Undang-Undang Nomor 39 tahun 2004. “Saya mengimbau masyarakat, khususnya yang akan berangkat bekerja ke luar negeri agar mengikuti prosedur. Hubungi BP3TKI Pontianak, P4TKI Sambas atau P4TKI Entikong dan Disnaker setempat untuk mendapatkan informasi yang benar tentang prosedur penempatan. Jangan percaya bujuk rayu calo, semua itu bohong,” imbaunya.