SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Malu-Malu Tapi Mau

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 20 Maret 2017 09:47
Malu-Malu Tapi Mau

Ilustrasi. (Dokumen RakyatSulsel)

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Sejumlah kandidat yang menegaskan diri bakal maju di Pemilihan Gubernur Sulsel 2018 mendatang, mulai ancang-ancang menggelar deklarasi.

Tahapan pelaksanaan Pilgub Sulsel, yang dimulai pada Agustus mendatang, membuat sejumlah kandidat meningkatkan kinerja politiknya, mulai dari menggalang parpol, relawan, hingga menjajaki potensi paket.

Terkhusus rencana deklarasi, salah satu kandidat Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid tengah menyiapkan jadwal untuk menegaskan ke publik, keseriusannya maju di Pilgub.

Koordinator Pemenangan Pemilu Golkar Sulsel, Kadir Halid mengatakan bahwa rencana deklarasi paling cepat akan digelar pada April mendatang. Meski demikian, dirinya masih enggan menyebutkan tanggal atau waktu yang ditetapkan NH untuk mendeklarasikan diri.

Kadir menambahkan, deklarasi Nurdin Halid dipastikan dihadiri oleh puluhan ribu kader partai Golkar di Sulsel, baik di tingkat desa, kelurahan, hingga jajaran elite. Selain itu lanjut Kadir, para tokoh masyarakat serta pimpinan partai politik (Parpol) juga diagendakan hadir pada acara tersebut. “Sementara disiapkan hari yang tepat, jadwalnya direncakanan April. Semua DPD sudah mendesak untuk digelar deklarasi, agar mereka ini bisa segera meningkatkan kinerja pemenangan,” tuturnya.

Terkait dengan figur pendamping Nurdin Halid pada Pilgub mendatang, Kadir mengatakan bahwa hal itu akan ditegaskan saat deklarasi nantinya. “Nanti satu paket di deklarasi,”tegasnya.

Seperti diketahui sejumlah nama disebut bakal mendampingi NH di Pilgub, diantaranya Ketua DPRD Sulsel, M. Roem, Anggota DPD RI, Aziz Kahar Mudzakkar hingga Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah.

[NEXT-RASUL]

Kadir Halid menambahkan, menghadapi Pilgub, seluruh anggota Dewan Fraksi Golkar baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten Kota diwajibkan mem”branding” kendaraannya, sesuai warna Golkar dan gambar Nurdin Halid yang akan diusung Golkar di PilgubĀ  Sulsel. “Ini keharusan dan kewajiban bagi kader Fraksi Golkar di Dewan, semua diistruksikan mem ‘branding’ mobil pribadinya satu warna sesuai partai,” terangnya.

Menurut dia, ‘branding’ kendaraan tersebut selain mensosialisasikan Bakal Calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid, juga bertujuan sebagai dukungan sekaligus mensosialisasikan diri bagi yang ingin maju menjadi Calon Anggota Legislatif 2019 mendatang. “Ada 150 anggota dewan untuk Sulsel, di DPR ada lima anggota, DPRD Sulsel 18 anggota dan 157 anggota DPRD dari kabupaten kota, diwajibkan mensosialisasikan kandidat Golkar di Pilgub,” tegas Kadir.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD Partai Golkar Sulsel, Risman Pasigai mengatakan, saat ini sedang dipersiapkan berbagai kegiatan untuk menghadapi Pilgub 2018 di Sulsel. “Salah satu adalah persiapan deklarasi NH majudi Pilgub Sulsel,” tuturnya.

Dia menambahkan, keputusan DPP Golkar menjadikan NH sebagai calon tunggal pada Pilgub 2018 tentunya keputusan yang sangat tepat. “Golkar telah mengkaji dari berbagai pendekatan, serta mendengar dan menyerap segala bentuk aspirasi, baik dari kalangan Golkar, maupun dari masyarakat Sulsel yang memberikan dukungan,” pungkasnya.

Sementara Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA)-Tanribali Lamo (TBL), adalah kandidat pertama yang menyatakan kesiapan dan optimismenya maju di Pilgub Sulsel 2018.

Ketua relawan SejatiNA Sulsel, Andi Rio Ilham M, menuturkan pihaknya sangat optimis NA-Tbl mampu diusung parpol di Pilgub nanti. “Selain persiapan independen. Kita juga optimis pak NA-TBL pasti dapat tiket usungan partai ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Pria yang akrab disapa Rio ini menjelaskan, relawan SejatiNA sudah dibentuk di 24 Kabupaten/Kota mulai menggarap dukungan dengan mengumpulkan KTP. “Selain sosialisasi, juga ingin minta dukungan melalui KTP, saat ini sudah menyebar di semua daerah,” terangnya.

Terkait deklarasi, Ketua Dewan Pembina BrigadeNa-TBL, Darmono mengatakan, pasangan ini paling lambat sudah akan deklarasi pada Mei 2017. “Jadi, bukan hanya deklarasi relawan saja tetapi sudah ada partai yang akan memberikan rekomendasi,” kata Darmono.

Meski begitu, Darmono belum mau mengungkapkan partai mana saja yang memberikan dukungan kepada Nurdin Abdullah dan Tanribali Lamo. “Yang jelas itu sudah mencukupi untuk usung satu paslon,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Bantaeng dua periode Nurdin Abdullah bertemu dengan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera Sulsel di Hotel Sheraton Makassar. Dalam kesempatan itu Nurdin mengatakan harapannya untuk terus bersama PKS, diketahui Nurdin bersama PKS sejak pertama kali memulai karir politiknya sebagai Bupati, dalam dua kali pilkada di Bantaeng,.

Sementara itu, Bendahara DPW PKS Sulsel, Ariady Arsal mengatakan bahwa silaturahim dengan NA sekaligus menanyakan kesiapannya untuk maju di Pilgub mendatang. “Kita tanyakan kesiapannya dalam pilgub mendatang, sekaligus dengan visi misinya tentang Sulsel,” singkat Ariady.

Deklarasi juga dalam waktu dekat akan dilakukan Ichsan Yasin Limpo. Juru Bicara (Jubir) Ichsan Yasin Limpo, Reski Fatmala Passalo mengatakan saat ini Ichsan tetap menjaga komunikasi politik dengan semua partai, meskipun indikasi untuk maju melalui jalur independen terbuka. Sejauh ini, sudah ada beberapa partai yang mengindikasikan akan memberikan dukungan seperti PAN, PPP, dan PKS. “Soal Deklarasi, tentunya dalam waktu dekat, sebelum tahapan resmi Pilgub digelar,” ujarnya. (E)


div>