RABU , 15 AGUSTUS 2018

MAN Insan Cendekia Gowa Segera Buka Pendaftaran Siswa Baru

Reporter:

Editor:

irsad ibrahim

Selasa , 16 Januari 2018 19:21
MAN Insan Cendekia Gowa Segera Buka Pendaftaran Siswa Baru

Kabid Pendidikan Agama Islam (Pais) Kemenag Sulsel, Dr. Yuspiani saat meninjau salah satu bangunan MAN Insan Cendikia Gowa

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kementerian Agama RI segera mensosialisasikan sekolah unggulan berbasis Islam yang bakal hadir di Sulsel.

Sebut saja, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia. Sekolah unggulan milik Kementerian Agama RI ini dijadwalkan menerima siswa baru tahun ajaran 2018.

Di Sulsel, MAN Insan Cendekia berada di kecamatan Parangloe, kabupaten Gowa, Sulsel. Beroperasinya MAN IC di Sulsel menambah daftar MAN IC di Indonesia, yang awalnya hanya 20 menjadi 21 sekolah.

Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Sulsel Yuspiani mengatakan, sosialisasi akan dimulai 1 hingga 22 Februari 2018 mendatang.

Ditahap awal, sosialisasi ini akan dilakukan melalui website resmi Kemenag RI, serta sosialisasi oleh jajaran Kemenag Sulsel di 24 kabupaten-kota di Sulsel.

Yuspiani membeberkan bahwa terkait dengan penerimaan MAN IC, itu akan dibuka melalui dua jalur seleksi, yakni seleksi jalur luar negeri dan prestasi.

“Namun harus di catat salah satu syarat utama masuk ke MAN IC tidak sekedar bisa baca Al Quran, tapi juga fasih berbahasa inggris dan bahasa Arab,” ujar Yuspiani.

Untuk MAN IC Gowa, Yuspiani mengatakan bahwa sarana di sekolah kebanggaan Kemenag RI itu sudah tersedia sarana ruangan.

Meski masih tahap perampungan, sekolah tersebut dipastikan akan sempurnah seiring berjalannya pembangunan sarana lainnya.

“Insya Allah kita optimis, bahwa MAN IC Gowa tidaklah beda dengan yang ada di Serpong dan lain lain nya,” katanya.

Saat ini, sarana yang tersedia yaitu Kantor, Kantin, Ruang kelas sebanyak 6 unit.

Karena Asrama baru akan dibangun, rencana para santri akan di inapkan di Kantor Sekolah, bareng para pengajar (Guru).

“Untum tahun ini kita akan dapat Rp 8 miliar untuk bangun Asrama,” Yuspiani menambahkan, sembari sebut luas lahan MAN IC seluas 10 hektare. MAN IC berbeda dengan sekolah negeri ataupun MAN yang biasa terlihat di daerah.

Sekolah ini memiliki fasilitas yang super “wow” , mulai dari ruangan ber-AC, lingkungan bebas asap rokok, pengajar teruji hasil seleksi Kementerian Agama RI di Jakarta, Laboratorium, sarana Olahraga, fasilitas kursi dan meja berstandar kantoran, dan Mushalla.

Sekolah MAN IC memiliki metode pembelajaran yang berbeda dengan sekolah pada umumnya.

Untuk komunikasi dengan guru saja kata Yuspiani harus bercakap gunakan bahasa Inggris.

Yang lebih membanggakan lagi, lulusan MAN IC bebas tes masuk ke perguruan tinggi negeri.

Di MAN IC, pelajar di angkatan pertama hingga ke lima nantinya akan di suguhkan dengan bangunan yang tua tak terurus.

Bangunan itu adalah bangunan asrama pelajar MAN IC yang tidak akan digunakan oleh Kementerian Agama karena disinyalir keutuhan konstruksinya gagal.

Bangunan itu diketahui bermasalah dan kini diusut oleh Polda Sulsel karena di indikasi korupsi.

Terkait dengan itu, para pejabat Kemenag Sulsel memilih bungkam dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk mengungkapkan kebenaran. (***)


Tag
div>