SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Manajemen Berbasis Madrasah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Antar H Muhammad Yunus Raih Gelar Doktor

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Minggu , 28 Oktober 2018 21:56
Manajemen Berbasis Madrasah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Antar H Muhammad Yunus Raih Gelar Doktor

Muhammad Yunus

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Muhammad Yunus kini tengah menyelesaikan disertasinya dengan judul “Pengaruh Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan dalam Perspektif Manajemen Berbasis Madrasah pada Madrasah Tsanawiyah Negeri di Sulawesi Selatan”.

Diakui, metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian survey.

Hasil penelitian yang dilakukan diantaranya, pada aspek manajemen kurikulum, madrasah perlu inovasi yang lebih baik agar dapat memenuhi harapan masyarakat terhadap pemenuhan muatan kurikulum agama.

Kemudian, aspek manajemen pembelajaran diperlukan demi peningkatan kompetensi tenaga pendidik khususnya penguasaan dalam bidang teknologi pembelajaran.

Para tenaga edukasi masih perlu terus dimotivasi dan dibekali penguatan komitmen yang lebih baik dalam pembuatan perangkat pembelajaran sebagai bagian tak terpisahkan dari tugas pokok seorang guru. “Ini agar dapat dibuat dengan sepenuh hati dengan ketulusan dan keihlasan yang tinggi,” ujarnya.

Selain itu, aspek manajemen sarana dan prasarana perlu pembenahan dan perbaikan agar dapat lebih baik dan membuat siswa dan guru betah dan nyaman melaksanakan proses pembelajaran dalam kelas.

Ruang kelas seyogyanya memiliki fasilitas yang tidak terlalu berbeda jauh dengan ruang kantor, dewan guru serta ruang kepala madrasah.

Pada aspek manajemen pembiayaan, diperlukan strategi dan pendekatan yang lebih baik dari pihak madrasah. Ini untuk kembali menggugah minat dan perhatian masyarakat agar dapat turut berpartisipasi secara maksimal dalam membantu pembiayaan madrasah untuk mewujudkan mutu pendidikan madrasah yang lebih baik.

Seyogyanya, program pemerintah dengan slogan pendidikan gratis yang membentuk opini masyarakat bahwa sekolah/madrasah tidak perlu lagi mendapat bantuan dari masyarakat perlu ditinjau ulang. Ini agar dapat kembali menumbuh suburkan perhatian masyarakat dalam membantu madrasah dari aspek pembiayaan mengingat biaya yang digelontorkan pemerintah untuk madrasah saat ini belum cukup untuk mewujudkan madrasah yang lebih berkualitas.

Di aspek manajemen tenaga pendidik dan kependidikan diperlukan sistim rekruitmen tenaga pendidik. Sementata, kependidikan dengan status honorer atau guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap yang lebih transparan dan benar-benar memperhatikan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan yang diterima pada madrasah, perlu regulasi system rekruitmen tenaga pendidik yang baku.

“Ini agar dapat menjadi rambu-rambu dan pedoman bagi kepala madrasah dalam menerima tenaga pendidik terutama dengan status honorer,” ujarnya. (*)


div>