Mantan Dirut AP Diperiksa Penyidik Delapan Jam

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKSUL – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar terus melakukan pendalaman kasus korupsi pembebasan lahan Bandara┬áSultan Hasanuddin International Airport Makassar (SHIAM). Termasuk, keterlibatan Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura I, Tomi Sutomo.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin, mengungkapkan, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap Tomi, dalam kapasitasnya sebagai saksi. Ia menjalani pemeriksaan sejak pukul 11.00 WITA hingga pukul 18.45 WITA. Dimana, pemeriksaan terhadap dirinya merupakan pemeriksaan pertama yang dilakukan oleh penyidik.

“Kemarin, yang bersangkutan (Tomi Sutomo) kita panggil untuk dimintai keterangannya, sekaitan dengan kasus yang kini tengah kami sidik,” tukas Salahuddin diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (10/8).

Ia menuturkan, mantan Dirut PT Angkasa Pura I tersebut diperiksa oleh penyidik dalam kapasitas sebagai saksi. Tomi dianggap mengetahui adanya persetujuan pencairan. Serta, persetujuan perencanaan dalam proyek pembebasan lahan untuk perluasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin, yang menelan anggaran hingga Rp512 miliar.

“Saksi diperiksa selaku pemberi persetujuan pencairan dan persetujuan perencanaan, dalam proyek pembebasan lahan Bandara Sutan Hasanuddin,” terangnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik meminta keterangan persoalan kenaikan anggaran, yang awalnya hanya Rp100 miliar lalu membengkak di angka Rp520 miliar. Hanya, Salahuddin enggan membeberkan secara rinci terkait hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap mantan Dirut PT Angkasa Pura I tersebut.

“Pemeriksaan tersebut tergantung kebutuhan penyidik, seperti apa yang akan dibutuhkan untuk melengkapi berkas. Belum ada tersangka baru, kita semua serahkan kepada penyidik, biarkan mereka bekerja dulu,” ucap Salahuddin.

[NEXT-RASUL]

Dalam kasus ini, tim penyidik Kejati Sulsel sebelumnya telah menetapkan sembilan tersangka. Kasus tersebut diketahui telah merugikan negara hingga Rp317 miliar, berdasarkan hasil audit yang dilakukan BPKP Sulsel.

Terpisah, Humas Angkasa Pura I, Turra Ajiari, mengaku tidak mengetahui soal pemeriksaan tersebut, dan menyerahkan semua pada proses hukum yang berlaku. Meski begitu, ia mengakui jika sejumlah pegawai AP I diperiksa oleh penyidik, termasuk dirinya.

“Pada prinsipnya, kami mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Kalaupun ada pejabat kami dimintai keterangan, kami akan datangkan untuk memperjelas dan membantu pihak kejati agar dapat memecahkan perkara. Kami tidak perlu membantah apabila ada pejabat kami yang dimintai keterangan,” kata Turra. (***)