Senin, 21 Agustus 2017

Kasus Pembebasan Lahan Bandara SHIAM

Mantan Dirut AP Diperiksa Penyidik Delapan Jam

Kamis , 10 Agustus 2017 12:40
Penulis : Armansyah
Editor   : doelbeckz
Ilustrasi.
Ilustrasi.
MAKASSAR, RAKSUL - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar terus melakukan pendalaman kasus korupsi pembebasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin International Airport Makassar (SHIAM). Termasuk, keterlibatan Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura I, Tomi Sutomo.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin, mengungkapkan, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap Tomi, dalam kapasitasnya sebagai saksi. Ia menjalani pemeriksaan sejak pukul 11.00 WITA hingga pukul 18.45 WITA. Dimana, pemeriksaan terhadap dirinya merupakan pemeriksaan pertama yang dilakukan oleh penyidik.

"Kemarin, yang bersangkutan (Tomi Sutomo) kita panggil untuk dimintai keterangannya, sekaitan dengan kasus yang kini tengah kami sidik," tukas Salahuddin diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (10/8).

Ia menuturkan, mantan Dirut PT Angkasa Pura I tersebut diperiksa oleh penyidik dalam kapasitas sebagai saksi. Tomi dianggap mengetahui adanya persetujuan pencairan. Serta, persetujuan perencanaan dalam proyek pembebasan lahan untuk perluasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin, yang menelan anggaran hingga Rp512 miliar.

"Saksi diperiksa selaku pemberi persetujuan pencairan dan persetujuan perencanaan, dalam proyek pembebasan lahan Bandara Sutan Hasanuddin," terangnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik meminta keterangan persoalan kenaikan anggaran, yang awalnya hanya Rp100 miliar lalu membengkak di angka Rp520 miliar. Hanya, Salahuddin enggan membeberkan secara rinci terkait hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap mantan Dirut PT Angkasa Pura I tersebut.

"Pemeriksaan tersebut tergantung kebutuhan penyidik, seperti apa yang akan dibutuhkan untuk melengkapi berkas. Belum ada tersangka baru, kita semua serahkan kepada penyidik, biarkan mereka bekerja dulu," ucap Salahuddin.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*