Selasa, 25 April 2017

Mantan Hakim MK Sebut KPK Punya Bukti Kokoh Kasus e-KTP

Sabtu , 18 Maret 2017 13:20
Penulis :
Editor   : doelbeckz
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA – Mantan Hakim Konstitusi (MK), Maruarar Siahaan, menyebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memiliki bukti kokoh hingga berani mengungkap nama-nama besar dari kalangan elit DPR, pemerintah, dan petinggi lain dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP.

Dia menilai komisi antirasywah tidak asal dalam membangun konstruksi kongkalikong para pejabat, anggota dewan, dan swasta dalam proyek tersebut.

“Saya selalu berpikir KPK sudah mempersiapkan alat bukti yang kokoh tentang itu. Jadi bukan hanya kesaksian misalnya,” kata Maruarar dalam diskusi ‘Perang Politik e-KTP’ di Cikini, Jakarta, Sabtu (18/3).

Maruarar menilai bantahan sejumlah pihak yang disebut dalam dakwaan e-KTP itu merupakan hal biasa. Namun,  tentunya KPK sudah mempunyai landasan hukum sampai mencantumkan puluhan nama hingga jutaan dolar Amerika dalam surat dakwaan terharap dua mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

“Tapi  setiap orang membantah, ya is ok, itu merupakan hak,” ujar dia.

Soal alasan bagaimana membawa seseorang yang disebut dalam surat dakwaan membawa uang suap mengingat jumlahnya sangat banyak, kata dia, PPATK sudah mempunyai data apabila penerimaan uang itu melalui transfer.

“Bagaimana bawanya, tidak mungkin lagi bawa pake goni. PPATK pasti melihat ini kalau transaksi ini melalui banking, atau melalui apa saja sistemnya saya yakin ini bisa ditelusuri,” ujarnya.

Meski bantahan merupakan hal yang wajar, namun tetap harus memegang praduga tak bersalah sebelum ada putusan pengadilan.

“Bantahan-bantahan itu lumrah, jangan juga kita abaikan presumption of innocence, jangan langsung anggap benar, karena bukan jarang nama orang digunakan. Jangan juga menteri kita langsung salahkan,” katanta. (jpg)