KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Mantan Kepala SMA 5 Divonis 1 Tahun

Reporter:

Editor:

Lukman

Selasa , 12 September 2017 21:55
Mantan Kepala SMA 5 Divonis 1 Tahun

Mantan Kepala SMA 5 Makassar, Yusran saat mengikuti sidang.,

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sidang kasus dugaan pungutan liar (pungli) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Makassar kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Makassar, Selasa (12/9). Kali ini sidang digelar dengan agenda pembacaan putusan.

Terdakwa Mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Makassar M Yusran dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi pungli penerimaan siswa baru periode 2016. Ia melanggar pasal 11 tentang tindak pidana korupsi.

Dimana dalam ketentuan pasal bahwa pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya.

Selain pidana 1 tahun, JPU juga membebankan pembayaran denda kepada terdakwa M Yusran senilai Rp 50 juta. Bilamana tidak mampu membayar denda maka diganti satu bulan kurungan.

Majelis Hakim yang diketuai Bonar Harianja, menjatuhkan vonis 1 tahun penjara beserta denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan kepada terdakwa, serta mewajibkan uang sebesar Rp 70 juta yang disita penyidik sebagai uang pengganti bagi keluarga siswa yang dirugikan.

“Menyatakan terdakwa secara sah melakukan tindak pidana korupsi dan menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun dipotong dengan masa tahanan yang telah dijalani,” ungkap Bonar.

Berdasarkan putusan majelis hakim, Yusran terbukti melanggar pasal 11 Jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada terdakwa lebih ringan dari tuntutan yang diajukan oleh jaksa, yakni 1 tahun 6 bulan penjara. (*)


div>