KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Mantan Ketua DPRD Enrekang Akhirnya Ditahan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 19 Januari 2015 16:25

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Sekitar pukul 2.00 Wita, mantan ketua DPRD Enrekang Andi Nasir tiba di Polres Enrekang mengunakan mobil kijangnya warnah kuning dengan no polisi DP 45 CV di kawal unit buser Polres Enrekang dan beberapa masyrakat dari Kecematan Maiwa.

Di Polres Enrekang, tersangka Illegal loging, Andi Natsir di periksa kesehatanya di ruang klinik Polres Enrekang, kemudian di serahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang.

“Ini hari Senin,19/1 Andi Natsir sudah penuhi panggilanya. Setelah pemeriksaan kesehatan beliau, kita serahkan ke Kejari Enrekang,” kata AKP Muhajir, Kasad Reskrim Polres Enrekang di ruang kerjanya Polres Enrekang, Senin (19/1).

Setelah itu pukul 14.30 Wita Andi nasir bersama rombonganya meninggalkan polres Enrekang menuju ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang menggunakan lagi mobil Kasad Reskrim, Rush warna silver dengan no Polisi DD 1458 MZ dengan di kawal langsung oleh Kasad Reskrim polres setempat bersama puluhan anggota sabara danĀ  unit buser ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang di Jalan Pancaitana Bungawalia-Enrekang.

Tersang di periksa 1 jam di Kejaksan Negeri Enrekang, kemudian pada pukul 15,21 ia selesai di periksa kemudian menuju mobil tahanan Kejaksaan setempat menuju Lembaga Pemasyarkatan (LP) di Massemba.

Terpisah,kasi pida umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Enrekang,Agus menjelaskan bahwa,tersangka Andi Natsir akan ditahan selama dua puluh hari di Rutan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Massemba-Enrekang,

“Kami hanya mengunakan hak kami menahan Andi Natsir selama 20 hari,”jelas Agus.

Pengacara Tersangka,Muh Arifin mempertanyakan status tersang bahwa,di mana letak kesalahn Andi Natsir.Bahkan sang pengacara tersebut mempertanyakan kepada aparat penegak hukum di Enrekang.

“Apakah cukup bukti kalau Andi Natsir pernah menyuruh tersangak sebelumya, Andi Sainuddin, Rusdar dan Amiruddin DalleĀ  menebang pohon di hutan lindung di Desa Tuncung Kecamatan Maiwa pada tahun 2013,” tutup Arifin.


div>