JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Mantan Napi Boleh Nyaleg Asal ?

Reporter:

Suryadi - Fahrullah - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Selasa , 10 April 2018 11:00
Mantan Napi Boleh Nyaleg Asal ?

ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI masih kukuh terkait ketentuan melarang mantan narapidana korupsi untuk mencalonkan diri menjadi calon legislatif (caleg). Alasannya, calon legislatif harus memiliki reputasi yang baik dan tidak bermasalah.

Meski demikian, Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif, tidak ingin terpengaruh dengan polemik yang terjadi di pusat, Ia mengatakan, secara umumnya syarat menjadi caleg sama seperti calon kepala daerah.

Dimana kata dia, calon yang memiliki rekam jejak “hitam” dimasa lalu bisa menyertakan dalam berkas calon saat mendaftar. “Sama seperti calon kepala daerah, jika mantan napi atau korupsi, caleg bisa lampirkan keterangan pernah terlibat ini atau itu,” ujarnya, Senin (9/4).

Saat ditanya, aturan baku yang mengatur hal tersebut, Iqbal mengaku, hingga saat ini KPU RI masih membahas aturan baru untuk caleg 2019 mendatang. “Aturan caleg 2019 masih dirancang oleh KPU RI,” katanya.

Sekadar diketahui, KPU RI masih terus mengkaji secara internal perihal masalah ini, dan Ini masih dalam tahap pertama uji publik, publik bisa menyuarakan, berpendapat. Dan setelah ini masih ada forum ralat konsultasi dengan DPR RI.

Ketua Partai Gerindra Sulsel Idris Manggabarani yang dikonfirmasi enggan berkomentar banyak perihal itu. Ia hanya menuturkan bahwa hal itu menjadi wewenang KPU sebagai penyelenggara dan berhak mengambil keputusan yang tentunya berdasarkan dengan sejumlah pertimbangan.

Namun memang, menurutnya, mantan narapidana juga memiliki hak untuk ikut berpartisipasi dalam sistem demokrasi yang ada di Indonesia. “Itu rananya KPU, menurut saya semua orang yang punya masa lalu seperti itu, dan sudah melaluinya atas apa yang sudah diperbuat saya kira itu sudah selesai,” kata IMB, sapaan karibnya.

Menurutnya, mantan narapidana sekalipun punya hak untuk dipilih dan memilih. Kesalahan dimasa lalu tentunya, kata IMB, bisa menjadi pembelajaran bagi yang bersangkutan untuk memulai hidup yang lebih baik.

“Kalau menurut pandangan saya seperti itu, meskipun saya ngak ngerti dari KPU nya seperti apa. Semua orang punya kesalahan dimasa lalu,” jelasnya.

“Kalau atauran tidak melarang boleh saja, lebih baik mantan napi dari pada mantan Ustad. Apalagi kalau dia sudah tobat dan sudah menjadi orang baik, kita berpahala,” lanjut IMB.

Ia menegaskan, selama belum ada aturan yang mengatur hal itu maka Partai Gerindra tidak akan mempermasalahkan calon legislatif yang seorang mantan narapidana. Yang jelas, lanjutnya, yang bersangkutan tidak akan mengulangi kesalahannya tersebut.

“Gerindra tidak mempermasalahkan itu, selama tidak ada aturan yang melarangnya,” paparnya.

Sementara itu, meski belum membuka penjaringan bakal calon Legistaif 2019 mendatang. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel tetap memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin menjadi caleg . “Saat ini belum kita buka penjaringan, Kita tunggu dulu hasil Rakor yang akan kami lakukan dalam waktu dekat ini, Setelah itu baru kita putusan bulan berapa,” kata ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) DPD Partai Demokrat Sulsel, Zulkarnain Paturuni.

Bahkan dirinya juga akan memberikan ruang kepada masyakrat untuk melakukan penilaian kepada kader-kader Demorkat yang ingin menjadi caleg, apakah ada dukungan atau malah menurunkan ektabiltas Demorkat nantinya. “Kita juga akan meberikan ruang kepada masyarakat untuk bisa menilai semuanya,” ucapnya.

Zulkarnain juga tidak ingin menerima orang-orang yang memiliki status hukum, karena nantinya bisa juga merusak citra partai kedepan. “Kita tidak mau yang bermasalah dalam hukum dan sementara terlibat hukum,” ujarnya.

Namun disinggung mengenai jika nantinya ada bakal caleg yang melakukan pendaftran padahal mereka adalah mantan Narapinda. Zulkarnain hanya menyebutkan dirinya akan melihat peraturan PKPU. “Kalau itu tergantung aturan Undang-undang. Kan ada PKPU yang mengatur,” ungkapnya. (*)


div>