SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Mantau Bu Herni kini Hadir di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 04 April 2017 06:00
Mantau Bu Herni kini Hadir di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

int

RakyatSulsel.com – Sejumlah masyarakat lebih banyak meniti karir dibidang usaha untuk membantu perekonomian keluarganya. Salah satu diantaranya, Herni Tarru (46) warga Kompleks Graha Indah Famili, Jl Borong Raya, Makassar ini memilih membuka usaha Pondok Roti Mantau dan Bubur Ayam.

Ia mengaku, usaha tersebut sudah berjalan selama lima tahun. Ia memilih merintis usaha Pondok Roti Mantau dan Bubur Ayam lantaran melihat animo masyarakat yang sangat positif. Dengan memasang merek sesuai namanya, Mantau Bu Herni, bisnis ini terus berkembang. Bahkan, wilayah pemasarannya tak hanya di Makassar, namun sudah merambah Kalimantan, Pulau Jawa, hingga Papua. Di Makassar, Roti Mantau Bu Herni bisa didapatkan di sejumlah titik gerai.

“Awalnya itu dari melihat animo masyarakat soal Roti Mantau sangat populer pada waktu itu sehingga saya mengambil langkah awal untuk memprospek mantau ini menjadi usaha,” ujar Herni saat ditemui di Four Point by Sheraton Hotel Makassar, Jumat (31/3).

Usai memprospek, ia membeli setengah kilogram atau satu kilogram roti mantau untuk dijadikan bahan percobaan untuk resepnya dengan menggunakan alat yang seadanya.

“Awalnya beli setengah kilo roti mantau yang pada saat itu masih harga Rp20 ribu per pak dan menggunakan alat seadanya di rumah,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bahwa bahan yang digunakan sangat berkualitas untuk masyarakat. Dirinya juga memilih tiga rasa untuk percobaan bisnisnya.

[NEXT-RASUL]

“Kalau mau tahu, masyarakat sangat pinter pandang mana yang berkualitas mana tidak sehingga antusiasnya sangat merespon. Tapi kami tetap menggunakan bahan baku yang diatas standar,” katanya.

Ibu anak empat ini mengatakan, ada empat jenis rasa yang dijual diantaranya Original, Pandan, Keju, dan Coklat.

“Empat rasa itu dibanderol seharga Rp35 ribu per pak yang berisi 10 biji dan dijual di counter, ritel (Supermarket,red) dan Bandara Sultan Hasanuddin. Kalau stok di bandara itu 50 sampai 60 pak,” bebernya.

Dari hasil penjualan tersebut, dirinya mampu meraup untung hingga puluhan juta rupiah. “Keuntungannya saya tidak bisa menghitung dengan jelas, yang penting sudah bisa membiayai kuliah, sekolah dan biaya operasional anak-anak,” tandasnya.

Memulai bisnisnya, Herni harus berjibaku meyakinkan konsumen dengan cita rasa mantau buatannya. “Namanya bisnis. Kalau awal pasti ada saja kendala. Biasanya pemasaran dan awalnya hanya dari mulut ke mulut. Mereka yang ke rumah dan coba buatanku rata-rata promosi ke orang lain. Jadi dari situ bisa banyak pelanggan,” ujarnya.

Roti mantau buatannya pun kini bisa dinikmati masyarakat luas. Dengan kreasinya pula, mantau buatannya hadir dengan beragam varian rasa. Kreasi ini membuat roti mantau buatannya berbeda dengan produk kudapan yang sudah lebih dulu hadir.

[NEXT-RASUL]

Herni Tarru merupakan ibu rumah tangga (IRT) yang mempunyai empat anak diantaranya Widuri Ananda Putri, juga mengikuti jejak kaki sang ibunya sebagai pengusaha Perias Artis, Pongsu Ariya Yudistira saat ini masih menduduki status mahasiswa semester terakhir di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Fakultas Teknik Sipil, Cakra Aji Wirabuana yang masih menduduki semester 6 di Universitas Hasanuddin (Unhas) Fakultas Komunikasi. Sedangkan yang terakhir, Muhammad Raihan Mubarak kelas 6 SD.

Herni merupakan orang tua tunggal yang awalnya berada di Kalimantan Timur, Balikpapan dan berhijrah ke kota Makassar sejak lima tahun lalu. (D)


div>