RABU , 21 NOVEMBER 2018

Manuver Ketua Parpol Jelang Pilgub Sulsel

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 30 Maret 2017 09:56
Manuver Ketua Parpol Jelang Pilgub Sulsel

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Satu per satu Ketua Partai Politik yang sempat mencuat bakal maju di Pilgub Sulsel 2018, mulai meredup.

Salah satunya mantan Ketua DPD Gerindra Sulsel La Tinro la Tunrung, Ketua DPW PDI-P Sulsel Andi Ridwan Wittiri, hingga ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi. Bahkan dari sejumlah relawan yang sebelumnya terbentuk, hingga sejauh ini belum menunjukkan langkah strategis untuk semakin memperlebar cakupan wilayah pemenangannya.

Menanggapi hal itu, Pakar Politik Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan menilai Ketua Parpol yang sebelumnya sempat mewacana maju pilgub, hanya sebatas manuver politik. Hal tersebut dilakukan untuk sekedar mencari posisi tawar parpolnya dalam Pilgub nanti. Daya tawar dan popularitas sejumlah ketua parpol yang sebelumnya mewacana, dinilai belum memiliki tingkat electoral yang mumpuni untuk diusung maju. Apalagi jika terkesan parpol tersebut memaksakan kadernya, maka hal ini dinilai cukup beresiko, mengingat potensi menang figur internalnya minim. Untuk itu salah satu daya tawar yang bisa dimainkan parpol, semisal Gerindra, PDI-P, dan PAN adalah mengusung figur eksternal yang memiliki kans menang lebih besar, dan lebih kompetitif dalam melawan figur lainnya.

“Problemnya itu karena partai-partai tersebut belum cukup untuk mengusung calon. Jadi boleh dikata itu sebatas manuver politik untuk menyatakan diri siap melakukan bargaining position. Itu sebatas pernyataan politik, kecuali Golkar yang memang riil memiliki infrastruktur politik dan tingkat popularitas yang cukup baik,” ungkapnya, Rabu (29/3).

Aswar menjelaskan, minimnya ketua parpol yang serius menjajal pilgub, ditandai dengan belum adanya nama-nama yang menegaskan maju melalui deklarasi. Sejauh ini baru Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid, Ichsan Yasin Limpo, dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah yang menegaskan diri maju dihadapan ribuan massa dan simpatisan. Deklarasi dinilai menjadi penentu keseriusan calon untuk maju yang dapat memunculkan berbagai variabel. “Sampai sekarang kita belum mendapatkan rilis survei siapa calon yang leading dalam kontestasi pemunculan calon, itu belum kita ketahui. Tentu dalam deklarasi ada komunikasi politik itu akan membawa variabel siapa 01 maupun 02, Variabel hasil survei dan variabel lain diantaranya itu besaran ongkos politik,” jelas Aswar.

Terkait dengan sejumlah Ketua Parpol yang lebih punya kans mulus maju pilgub baik sebagai 01 maupun 02. Aswar mengatakan, hal itu sangat ditentukan dengan figur ataupun ketua parpol yang telah membangun koalisi. “Yang paling punya kans mulus itu, tentunya yang paling cepat berkoalisi, dan tentu itu tentu lebih memenuhi syarat untuk maju,” terangnya.

Sementara itu, Konsultan Politik JSI, Nursandy mengatakan, sangat wajar jika parpol yang memiliki perolehan kursi secara signifikan menyiapkan ketua masing-masing untuk maju berkontestasi di Pilgub Sulsel 2018.

“Saya melihatnya dari sekian banyak ketua parpol yang ingin maju, hanya NH yang paling meyakinkan maju sebagai 01 di Pilgub Sulsel,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Nursandy menjelaskan, selain memiliki keunggulan dari syarat dukungan yang bisa dipenuhi oleh Golkar, NH juga memiliki jaringan politik yang cukup kuat. “Sementara untuk posisi 02, RMS yang paling berpeluang jika Mengacu pada trend popularitas dan momentum politik yang dimiliki saat ini. Ni’matullah peluangnya juga cukup terbuka untuk maju sebagai 02 Pilgub Sulsel 2018. Sepanjang mampu meyakinkan figur yang akan meminangnya untuk bertarung,” terangnya.

Sementara itu, Demokrat Sulsel dinilai mulai akan meningkatkan kinerja politiknya menatap pilgub, pasca pelantikan pengurus 2 April mendatang.

Ketua Panitia Pelantikan, Haidar Majid mengungkapkan Pelantikan Ketua dan Pengurus DPD Demokrat Sulsel akan berlangsung di area rumah susun sederhana sewa (rusunawa), Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

Menurutnya, pelantikan di area terbuka dimaksudkan sebagai simbol kedeketan Partai dengan masyarakat. “Jadi pelantikan digelar pada Senin 2 April 2017. Alasan kami memilih lokasi terbuka agar dihadiri masyarakat di Makassar,” ujarnya.

Haidar mengungkapkan, momentum pelantikan kader Demokrat Sulsel, DPD dan pengurus DPC juga akan disertai deklarasi dukungan terhadap Ketua umum DPD Ni’matullah untuk maju bertarung di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

“Saat pelantikan, disaksikan pengurus DPP, Kader Demokrat akan mendeklarasikan dukungan kepada pak Ketua (Ni`matulah) maju di Pilgub Sulsel,” ungkapnya.

Jumlah Pengurus Demokrat Sulsel, yang akan dilantik sebanyak 285 orang. Tema sentra pelantikan yaitu, “Demokrat keliling nusantara”, dan Sub tema pelantikan “Demokrat berlabuh di pantai Losari”. “Di Pantai Losari nanti, akan disuguhi berbagai kegiatan. Sesuai visi partai yaitu Demokrat peduli dan memberi solusi,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Dalam rangkaian pelantikan tersebut juga digelar, pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis serta pembagian sembako kepada warga Makassar.

Politisi senior ini menambahkan, pelantikan 285 orang pengurus Demokrat Sulsel tak dihadiri oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). DPP yang direncanakan hadir antara lain, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, Wakil Sekjen dan Bendahara Umum DPP beserta pengurus lainya.

Bukan hanya Demokrat, Partai NasDem juga sudah mulai menunjukkan sinyalemen mendorong Rusdi Masse untuk maju Pilgub, bahkan dukungan kepada Bupati Sidrap dua periode ini untuk maju, juga diutarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Takalar, yang menegaskan siap mengusulkan RMS ke DPW PKS untuk diusung.

Ketua DPD PKS Takalar, Hairil Anwar mengatakan dorongan ini bukan tanpa alasan, melainkan merujuk atas hubungan emosional PKS dan NasDem pada Pilkada Takalar, yang berhasil menumbangkan petahana yang diusung oleh koalisi gemuk. “RMS orang Sidrap, jauh dari Kabupaten Takalar, potongan waktu singkat pilkada Takalar, mempertemukan dan menghadirkan cemestry yang kuat. Kami menyebut RMS strong leader, pemimpin kuat visinya, laki – laki  petarung, pengambil keputusan cepat, Berani bertaruh mempertaruhkan nama besar diri dan partai,” ungkap Haeril memaparkan alasannya mendukung RMS maju di Pilgub Sulsel.

Menurut Haeril, dalam waktu singkat, masyarakat Takalar khususnya simpatisan PKS mengelu-elukan sosok RMS maju di Pilgub Sulsel. “Kami mengusulkan RMS di usung oleh PKS sebagai 01 sulsel, sosoknya bisa menghentak sejarah. Kami siap menjadi batubata pemenangan. Mesin simpul pemenangan siap di hidupkan kembali. Kami di Takalar menunggu deklarasi terbuka  RMS 01,” tegas Haeril.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Sulsel, Irwan ST yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, keinginan PKS Takalar tidak bisa dikategorikan desakan. Meski begitu, dia mengaku bahwa PKS Takalar bisa jadi pemicu dan membantu PKS untuk confidance di Pilgub. Hanya memang, hingga saat ini PKS dan RMS belum melakukan komunikasi formal. “Untuk komunikasi karena kedekatan kita di Pilkada Takalar itu berjalan, tapi resmi secara partai itu belum kita lakukan, kita berharap agar dalam waktu dekat ini ada komunikasi resmi antara partai NasDem dan PKS,” ungkap Irwan.

Legislator DPRD Makassar ini mengaku, RMS bisa saja menjadi salah satu nama yang akan dikirim ke DPP PKS sebagai bursa bakal calon Gubernur Sulsel. Hal ini bukan tanpa alasan, karena memang, kata Irwan DPW PKS memiliki kewajiban untuk mengirim 3 nama ke DPP PKS. “Bisa saja, dari segi kedekatan dan kelebihan pak RMS di mata PKS kebersamaan kita di Takalar saling mengetahui kekuatan dan cara kerja dan memungkinkan kita nyaman meskipun di PKS sebagai sebuah institusi resmi yang harus mengirim nama (bakal calon gubernur) ke DPP (PKS),” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Bahkan dia tidak menampik, bahwa hasil Pilkada Takalar akan menjadi catatan PKS dalam mengusung pasangan calon di Pilgub. “Sangat masuk catatan dan kita sudah sampaikan ke DPP bahwa ini hasil kerja sama dengan NasDem,” jelasnya. (E)


Tag
  • Pilgub 2018
  •  
    div>