MINGGU , 25 FEBRUARI 2018

MAPALA Veteran UPRI Ajak Selamatkan Lingkungan Lewat Tulisan

Reporter:

Editor:

Lukman

Jumat , 02 Februari 2018 06:30
MAPALA Veteran UPRI Ajak Selamatkan Lingkungan Lewat Tulisan

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kerusakan lingkungan khususnya di Sulsel telah masuk pada tahap memprihatinkan. Luas hutan pun kian berkurang dari tahun ke tahun. Hal ini sungguh meresahkan pemerhati lingkungan, demikian pula pecinta alam Sulsel.

Melihat fenomena tersebut, Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Veteran Universitas Pejuang RI (UPRI) Makassar berinisiatif melaksanakan Pelatihan Jurnalistik Alam Bebas yang mengangkat Thema : Menyelamatkan Lingkungan Lewat Tulisan.

Thema tersebut sengaja dipilih agar pecinta alam, baik Mapala maupun Kelompok Pecinta Alam (KPA) yang selalu beraktivitas di alam terbuka tidak hanya menikmati alam saja, tapi turut serta terlibat dalam penyelamatan lingkungan.

Hal ini diungkapkan Ketua Mapala Veteran UPRI Makassar, Jupri Sepang saat ditemui di sekretariat Mapala Veteran Jalan Gunung Bawakaraeng. “Jadi kami ingin agar penyelamatan lingkungan di Sulsel menjadi bagian dari kerja anak pecinta alam. Karena selain penghijauan, ketika kita ke alam kita bisa melihat kondisi alam, baik gunung, hutan, gua maupun tebing. Kalau ada kerusakan kita bisa mendata, kemudian menulisnya dan memasukkan ke media,” ujar Ketua Mapala Veteran yang akrab disapa Kalom tersebut.

Menurutnyna, perjuangan pecinta alam selain melakukan penanaman pohon dan pencegahan lainnya, bisa juga menyelamatkan lewat tulisan yang kemudian di share ke media. “Karena itu kami berinisiatif melakukan pelatihan Jurnalistik Alam Bebas ini. Mari kita sama-sama belajar,” ajaknya.

Sementara Ketua Panitia, Andre Pradana mengatakan, hingga saat ini sudah 80 persen proses berjalan. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, sejak 12 hingga 14 Februari 2018. Indoor tanggal 12 dan 13 Februari di Kampus II UPRI Antang dan outdoor di daerah wisata Rammang- rammang tanggal 14 Februari.

“Kami menerima peserta dari Mapala, Kelompok Pecinta Alam dan pemerhati lingkungan. Hanya kuota kami batasi, supaya pelatihan lebih efektif,” ujar Andre yang lebih akrab dengan panggilan Antimo. (*)


div>