KAMIS , 18 JANUARI 2018

Marah Warganya Dieksekusi Mati, Brasil Tarik Dubes

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 19 Januari 2015 01:32

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM –  Brasil menarik duta besar untuk Indonesia setelah pemerintahan Presiden Joko Widodo mengeksekusi enam terpidana mati kasus narkotika. Marco Archer Cardoso Moreira, salah satu yang dieksekusi pada Minggu (18/1/2015), dini hari, merupakan warga Brasil.

Seperti dikutip Bloomberg, Presiden Brasil Dilma Rousseff menerima laporan bahwa Marco Archer telah tewas dalam eksekusi pada pukul 00.30 WIB. Pemerintah Brasil menegaskan eksekusi Archer “berpengaruh buruk terhadap hubungan bilateral Brasil dan Indonesia.”

Kecaman juga datang dari Belanda, yang juga mengutuk keras eksekusi mati salah satu warganya, Ang Kiem Soei.

Presiden Jokowi menolak permohonan Rousseff via sambungan telepon untuk mengampuni Archer dan Rodrigo Gularte, warga Brasil lain yang terancam dieksekusi dalam waktu dekat akibat kasus narkotika. Menurut surat kabar Folha de Sao Paulo, Archer adalah warga pertama yang dieksekusi mati di luar Brasil.

Jokowi mengatakan pada Rousseff dirinya tidak dapat menghentikan eksekusi mati karena Archer sudah melalui serangkaian proses hukum.

Menurut IMF, nilai ekspor Brasil ke Indonesia mencapai USD998 juta pada pertengahan tahun lalu. Sementara ekspor Indonesia ke Brasil mencapai USD757 juta. (mtronl)


Tag
  • hukuman mati
  •  
    div>