Minggu, 26 Maret 2017

Marak Pengusaha Nakal, Disparekraf Bahas Standar Panti Pijat

Selasa , 21 Maret 2017 11:39
Penulis : Suryadi Maswatu
Editor   : doelbeckz
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf), Rusmayani Majid, memberikan arahan pada rapat bersama di Hotel D'Maleo Makassar, Selasa (21/3). foto: suryadi maswatu/rakyatsulsel.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf), Rusmayani Majid, memberikan arahan pada rapat bersama di Hotel D'Maleo Makassar, Selasa (21/3). foto: suryadi maswatu/rakyatsulsel.
MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - Guna mencegah usaha panti pijat yang berkedok plus plus alias 'nakal' yang menjamur di Kota Makassar, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) bersama Asosiasi Panti Pijat (APP) serta Asosiasi Refleksi Kesehatan (Arkes) membahas standar usaha panti pijat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf), Rusmayani Majid, menuturkan, pertemuan dengan para pengusaha refleksi tersebut untuk membahas penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang usaha panti pijat berstandar yang akan dijadikan sebagai Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Menurutnya, regulasi tentang panti pijat ini sudah saatnya dimiliki Kota Makassar. Hal demikian untuk mencegah usaha yang bekedok refleksi plus.

"Banyak usaha pijat di Makassar gunakan pijat plus. Pulau Jawa dan Bali itu sudah ada standar, kita di Makassar belum, inilah saatnya kita menyusun Perwali tentang tanda daftar usaha pijat," katanya saat rapat bersama di Hotel D'Maleo Makassar, Selasa (21/3).

Rusmayani menyebutkan, jika dengan Perwali ini pelayanan panti pijat di Makassar akan mengatur tentang tarif hingga hal yang bersifat teknis yang akan bisa diseragamkan oleh pengelola panti pijat.

Namun, yang terpenting dari Perwali ini, kata dia, adalah sertifikasi yang wajib dimiliki oleh setiap pelayan panti pijat sehingga menandakan bahwa karyawan itu adalah pemijat profesional.

"Pemijat profesional itu, dia yang tidak meminta imbalan atau tip bagi pelanggannya. Kan banyak tuh laporan soal pelayanan panti pijat yang tidak profesional, dengan sertifikasi ini mereka akan terikat dengan aturan yang berlaku," tuturnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*