SENIN , 16 JULI 2018

Marc Marquez Lebih Takut Rossi dan Dovi Ketimbang Lorenzo

Reporter:

Editor:

Lukman

Selasa , 19 Juni 2018 20:00
Marc Marquez Lebih Takut Rossi dan Dovi Ketimbang Lorenzo

Valentino Rossi dan Marc Marquez

BARCELONA, RAKYATSULSEL.COM – Dua kemenangan beruntun rider Ducati Jorge Lorenzo di Mugello dan Catalunya belum membuat namanya masuk dalam daftar calon juara dunia 2018, versi Marc Marquez.

Ya, si pemuncak klasemen sementara MotoGP 2018 belum memperhitungkan Lorenzo yang notabene-nya calon rekan satu timnya di Repsol Honda musim depan itu sebagai pesaing utama.

Marquez menyelesaikan GP Barcelona dengan finis runner up. Dia mengaku tak mengambil banyak risiko setelah kehilangan banyak poin di balapan sebelumnya GP Italia. Dengan koleksi 20 poin dari Barcelona juara dunia empat kali MotoGP tersebut kini masih kukuh di puncak klasemen pembalap dengan keunggulan 27 poin.

”Saya melihat banyak bendera kuning (tanda kecelakaan) sepanjang lomba dan hal itu mengurangi kepercayaan diri saya,” aku Marquez seperti dilansir situs resmi MotoGP. ”Tapi kami membawa pulang 20 poin yang memang layak kami dapat. Jorge (Lorenzo) terlalu kuat, Valentino (Rossi) juga sangat kuat, tapi kami mampu memperlebar jarak di klasemen. Dan, itu adalah hal yang paling penting,” imbuhnya.

Soal rival terkuat musim ini, Marquez belum memperhitungkan Lorenzo yang begitu mendominasi di dua balapan terakhir. Menurutnya, karakter sirkuit Mugello (Italia) dan Montmello (Barcelona) mirip-mirip. Sangat cocok dengan gaya balap Lorenzo. ”Masih perlu pembuktian konsistensi di trek-trek lain,” ucapnya.

Marquez menyebut Rossi masih menjadi calon kuat penantangnya musim ini. Tiga balapan beruntun The Doctor berhasil finis di podium. Sebuah capaian yang cukup megah di tengah terpuruknya performa Yamaha YZR-M1 saat ini. ” Valentino sangat cepat dan konsisten. Menurut saya, rival terkuat adalah pembalap yang berada di posisi kedua (klasemen) yaitu Valentino,” yakinnya.

Nama berikutnya yang masih dipertimbangkan Marquez adalah Andrea Dovizioso. Menurutnya, rekan Lorenzo di Ducati tersebut punya kecepatan dan konsistensi. Jika mampu keluar dari tekanan Lorenzo saat ini, Dovi bisa membalikkan situasi.

Kesuksesan Lorenzo di dua balapan terakhir membuat Dovi sadar. Ada hal-hal baru yang harus dipelajarinya dari rekan satu timnya tersebut. ”Dari apa yang saya lihat sepanjang lomba, Jorge membalap dengan gaya berbeda. Khususnya untuk urusan pengereman. Saya kehilangan 0,2 detik (dari Lorenzo per lap-nya) dan mungkin saya harus meniru cara membalap seperti Lorenzo, karena itu yang dibutuhkan saat ini,” terang Dovi.

Pemilik motor nomor 04 itu mengalami DNF (did not finish) tiga kali dalam empat balapan terakhir. Itu berarti banyak sekali poin yang seharusnya didapat untuk tetap membuka peluangnya sebagai penantang Marquez di kejuaraan MotoGP lenyap begitu saja. ”Targetku adalah juara. Jadi, pulang dengan nol poin sangat merusak mental saya,” akunya. Saat ini Dovi tertinggal 49 poin dari Marquez.

Solidnya performa Lorenzo diakui Dovi memberikan tekanan tersendiri. Namun kondisi tersebut, menurutnya, justru bisa dijadikan pemacu untuk tampil lebih baik. ”Seperti yang saya bilang, ini agak sulit dipahami. Apakah gaya balap seperti Lorenzo bisa efektif dipakai di trek lainnya? Tapi saya tetap akan mempelajari perbedaan itu,” tandasnya.

Sementara buat Rossi, tiga podium di tiga balapan terakhir menunjukkan posisi Yamaha di peta persaingan MotoGP saat ini. Artinya, Honda dan Ducati sedang berada di atas. Sementara Yamaha ada urutan ketiga. Sampai Yamaha bisa dibawa untuk memenangi balapan, Rossi tidak yakin pabrikan asal Jepang tersebut mampu merebut gelar juara dunia.

Kemenangan terakhir Yamaha terjadi pada GP Belanda tahun lalu. Nah, dalam dua pekan ke depan, balapan di Sirkuit Assen tersebut akan datang kembali. Rossi yang datang sebagai juara bertahan GP Belanda mengaku khawatir dengan performa motornya saat ini. ”Adalah berita buruk bagi saya dan Yamaha bahwa sudah hampir setahun berjalan, kami belum pernah menang sekalipun,” ungkapnya.

Mulai kemarin, MotoGP memasuki sesi uji coba tengah musim di Barcelona. Rossi mengatakan, ada beberapa suku cadang baru yang akan dicoba dan berharap bisa dipakai untuk memenangi GP Belanda, 1 Juli. ”Saat saya mengikuti Honda dan Ducati (dari belakang) tampak bahwa dalam akselerasi, mesin dan sistem elektronik mereka berfungsi sangat baik. Sehingga power mesin bisa dieksplorasi dengan maksimal tanpa mengalami spin yang berlebihan,” jelasnya. (jpnn)

Klasemen sementara MotoGP 2018:
No. Rider Motor Negara Poin

1. Marc MARQUEZ Honda SPA 115
2. Valentino ROSSI Yamaha ITA 88
3. Maverick VINALES Yamaha SPA 77
4. Johann ZARCO Yamaha FRA 73
5. Danilo PETRUCCI Ducati ITA 71
6. Cal CRUTCHLOW Honda GBR 69
7. Jorge LORENZO Ducati SPA 66
8. Andrea DOVIZIOSO Ducati ITA 66
9. Andrea IANNONE Suzuki ITA 66
10. Jack MILLER Ducati AUS 49
11. Dani PEDROSA Honda SPA 40
12. Alex RINS Suzuki SPA 33
13. Pol ESPARGARO KTM SPA 28
14. Tito RABAT Ducati SPA 27
15. Alvaro BAUTISTA Ducati SPA 26
16. Franco MORBIDELLI Honda ITA 19
17. Hafizh SYAHRIN Yamaha MAL 17
18. Aleix ESPARGARO Aprilia SPA 13
19. Takaaki NAKAGAMI Honda JPN 10
20. Scott REDDING Aprilia GBR 9
21. Bradley SMITH KTM GBR 7
22. Mika KALLIO KTM FIN 6
23. Karel ABRAHAM Ducati CZE 4
24. Thomas LUTHI Honda SWI
25. Xavier SIMEON Ducati BEL
26. Sylvain GUINTOLI FRA


div>