KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Mari Berpolitik Santun dan Elegan

Reporter:

Editor:

Iskanto

Senin , 22 Oktober 2018 10:23
Mari Berpolitik Santun dan Elegan

Politisi Golkar/Waben DPD Ampi Sulsel, Ayu Yuliana Nurdin SH.

KONTESTASI demokrasi sudah dimulai. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak baru saja dilewati.

Kini, rakyat Indonesia menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

Adu gagasan dan ide dari para kandidat dan kolega mulai hangat. Berbagai janji pun diberikan secara masif kepada pemilik suara.

Yang pasti pesta demokrasi ini menimbulkan sekat atau ruang pembatas di masyarakat. Perbedaan pilihan menjadi faktor utama.

Memang tak dapat dipungkiri, Pemilu menjadi ajang pertaruhan politik. Kerap terjadi, cara-cara negatif dilakukan demi ambisi untuk memenangkan pertaruhan.
Karena itu, sudah saatnya semua kalangan berubah. Terlebih, demokrasi sebagai buah dari reformasi ini sudah berusia 20 tahun.

Seyogianya, kandidat dan kolega belajar melaksanakan demokrasi dengan positif. Ide dan gagasan disampaikan dengan santun dan elegan.

Bukan malah sebaliknya, melakukan segala cara untuk menjatuhkan lawan politik. Saling menyerang dan mencela satu sama lain melalui beragam media.

Blunder-blunder dari pesaing juga selalu dinanti. Blunder itu dimanfaatkan untuk menyerang balik lawan. Black campaign menjadi sulit dihindari. Semuanya karena ambisi kekuasaan. Etika baik dan sopan santun semakin jauh dan pupus.

Menariknya, deklarasi damai mewarnai pertarungan politik edisi kali ini. Berbagai kalangan menyuarakan secara bersama-sama. Semoga deklarasi tersebut keluar dari sebuah niat yang tulus. Demi cita-cita bersama untuk Indonesia yang jaya.

Sudah saatnya semua berubah menuju yang lebih baik. Marilah bersama-sama mengedepankan etika baik dan sopan santun dalam pesta rakyat ini. (*)

Ayu Yuliana Nurdin SH
Politisi Golkar/Waben DPD Ampi Sulsel


div>