RABU , 21 NOVEMBER 2018

Maros Berpeluang Tambah Dapil, Jumlah Kursi di DPRD Tetap

Reporter:

Jumaedy

Editor:

Lukman

Rabu , 07 Februari 2018 20:30
Maros Berpeluang Tambah Dapil, Jumlah Kursi di DPRD Tetap

Ketua KPU Maros, Syaharuddin didampingi komisioner KPU Maros.

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – KPUD Maros akhirnya mengirim dua opsi untuk penambahan daerah pemilihan (Dapil) ke KPUD Provinsi yang kemudian akan dilanjutkan ke KPU RI.

Opsi tersebut merupakan masukan dari partai politik yang ada di Maros. Komisioner KPUD Maros, Syaharuddin mengatakan jika dua opsi tersebut yakni pemecahan menjadi 5 dapil dan 6 dapil.

“Jadi hari ini adalah uji publik yang ke 4 kalinya, dan hasilnya adalah kita akhirnya mengirim dua pilihan untuk penambahan dapil, pilihan pertama yakni jadi 5 dapil, dimana di dapil 4 yang lalu yakni Moncongloe, Tanralili, Tompobulu, Mandai dan Marusu dipecah menjadi dua dapil yakni Marusu dan Mandai menjadi satu dapil sementara Moncongloe, Tompobulu dan Tanralili juga menjadi satu dapil,” kata Syaharuddin usai menggelar rapat Uji Publik penetapan Daerah Pemilihan (Dapil), di Aula KPUD Maros, Rabu (07/02).

Pilihan kedua kata Syaharuddin, yakni jadi 6 dapil. Selain dapil 4 yang dipecah jadi dua, dapil 3 juga dipecah dimana sebelumnya dapil 3 adalah Camba, Cenrana, Malawa, Simbang dan Bantimurung, dipecah menjadi Camba, cenrana dan Mallawa jadi satu dapil, Simbang Dan Bantimurung juga jadi satu dapil. “Jadi itu dua pilihan yang kita kirim ke KPU Provinsi,” ujarnya.

Pada pemilihan yang lalu, daerah pemilihan di Maros hanya berjumlah empat dapil yakni Dapil 1; Turikale dan Maros Baru, Dapil 2; Bontoa dan Lau, Dapil 3; Camba, cenrana, Mallawa, Bantimurung dan Simbang, dan Dapil 4; Tanralili, Tompobulu, Moncongloe, Marusu dan Mandai.

Syaharuddin melanjutkan, jika indikator pemecahan daerah pemilihan selain letak geografis juga jumlah penduduk.

“Indikator pemecahan dapil ini diantaranya adalah Jumlah penduduk dimana beberapa kecamatan mengalami tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, selain itu letak geografis juga menjadi salah satu indikatornya,” lanjut Syaharuddin yang akrab disapa Bang Datu ini.

Sementara untuk penambahan jumlah kursi di DPRD, Syaharuddin memastikan jika di Maros tidak akan ada penambahan. Hal tersebut dikarenakan jumlah penduduk yang belum memenuhi quota untuk ditambah.

“Jumlah penduduk sekarang 397.937 sementara untuk penetapan kursi adalah keterwakilan penduduk yakni 1/1000 dan dipastikan Maros tidak akan ada penambahan kursi, tetap 35 kursi,” tutupnya. (*)


div>