SENIN , 22 OKTOBER 2018

Marwan Sebut Lamban, Ini Janji FOA untuk Indonesia

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 11 Maret 2016 19:52

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Marwan Jafar, mengatakan, dukungan Food and Agriculture Organization (FAO) terhadap peningkatan ketahanan pangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih sangat lambat. Padahal, Kemendesa PDTT telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan FAO untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

“Sejak Mei 2015, Kementerian Desa, FAO, dan International Labour Organisation (ILO) telah menandatangani kerja sama untuk mendorong Decent Work for Food and Suistanable Rural Development Programme (layak kerja untuk Ketahanan Pangan dan Pengembangan Perdesaan Berkelanjutan) di NTT. Namun, sampai saat ini, dukungan FAO masih sangat lambat,” ujarnya, saat bertemu dengan Director General FAO, José Graziano da Silva di Malaysia.
Marwan melalui rilis yang diterima redaksi, menjelaskan, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di NTT, melalui penguatan rantai nilai untuk tiga komoditi, yakni produksi jagung, rumput laut, dan sapi. “Namun ini belum belum berjalan sebagaimana yang diharapkan,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, José Graziano da Silva berjanji akan menindaklanjuti dengan FAO Representative Jakarta dan akan memberikan feed back kepada Kementerian Desa PDTT. Ia meyakinkan Menteri Marwan, bahwa FAO akan memberikan dukungan penuh pada program tersebut.
“FAO akan memberikan dukungan penuh untuk percepatan pembangunan pedesaan, pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan di Indonesia,” ujarnya.
Selain membahas progres kerjasama program ketahanan pangan di NTT, pertemuan tersebut juga menyepakati, bahwa akan disusun MoU antara Kemendesa dan FAO, untuk percepatan pembangunan perdesaan berbasis pertanian. (***)


Tag
div>