MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Masa Kampanye Bikin Kandidat Ngos – ngosan

Reporter:

Suryadi - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 24 Februari 2018 14:00
Masa Kampanye Bikin Kandidat Ngos – ngosan

Dok. RakyatSulsel

* Pakar Bilang Butuh Biaya Lebih Banyak
* IYL-Cakka Anggap Justru Menguntungkan

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Masa kampanye kandidat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 akan lebih lama. Meski dianggap memiliki banyak kelebihan, rally panjang masa kampanye ini dinilai bakal membuat kandidat ngos-ngosan.

Tahapan yang panjang dalam pilkada membuat para kandidat bertarung lebih lama. Setidaknya, para kandidat melakukan sosialisasi selama empat bulan.

Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Syarifuddin Jurdi menuturkan, jadwal kampanye yang cukup panjang menjadi keuntungan bagi kandidat untuk mensosialisasikan program unggulannya. Apalagi, sosialisasi program yang baik dapat menjadi modal bagi kandidat untuk terpilih.

“Waktu bagi kandidat untuk kampanye agak panjang, sampai pertengahan Juni. Nilai positifnya bagi calon, mereka memiliki waktu yang panjang untuk meyakinkan masyarakat mengenai program yang akan dilakukan jika kelak terpilih,” kata Syarifuddin.

Keuntungan lainnya yakni kandidat memiliki waktu yang lebih lama mendekatkan diri dengan masyarakat. Sehingga lebih mudah membangun komunikasi dengan masyarakat. “Perbarui komitmen politik dengan warga dan tentu lebih lama waktu lebih memantapkan proses berbaurnya dengan warga,” terangnya.

Namun memang, untuk melakukan itu semua, kandidat tentu membutuhkan pembiayaan yang cukup besar. Sehingga, hal itu tentunya cukup membuat kandidat kesulitan.

“Sang calon harus menyiapkan biaya yang besar dalam jangka waktu yang lama itu,” tuturnya.

Masyarakat juga diuntungkan dengan jadwal kampanye yang cukup lama. Karena masyarakat diberikan waktu untuk benar-benar menentukan siapa kandidat yang layak untuk dipilih.

Sementara itu, salah satu Pasangan Calon Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) menilai hal itu sebagai sebuah keuntungan. Lantaran memiliki waktu yang cukup lama untuk turun langsung ke masyarakat dalam rangka sosialisasi.

“Bagi kami tidak ada minusnya. Tapi ini adalah kesempatan yang baik bagi paslon untuk meraih dukungan rakyat. Tahapan kampanye yang panjang justru memberikan ruang yang lebih banyak bagi kandidat untuk melakukan sosialisasi,” kata Juru Bicara (Jubir) IYL-Cakka Henny.

Henny menjelaskan, dengan jadwal kampanye yang panjang, kesempatan untuk lebih dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat akan semakin baik. Apalagi memang untuk melakukan kampanye tentunya membutuhkan tenaga dan stamina. Sehingga dengan waktu yang panjang cukup memberikan jeda ditiap agenda kampanye yang dilakukan.

“Yang tim jaga adalah fokus pada rencana strategis. Dan mengatur ritme sosialisasi agar paslon tetap terjaga staminanya. Supaya semua bisa dijangkau dengan skala-skala prioritas yang sudah diatur oleh tim kampanye yang ada,” tutur Henny.

Sementara, pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) yang dikonfirmasi mengaku sudah mengagendakan kampanye akbar di Kota Makassar dan Kota Palopo. Pemilihan dua daerah itu diputuskan dengan beragam pertimbangan.

Mulai dari letak lokasi yang strategis hingga perhitungan besarnya potensi suara.
Kota Makassar misalnya dipilih karena berstatus ibukota provinsi, dimana jumlah pemilih paling besar di daerah tersebut. Adapun Kota Palopo ditetapkan lantaran dinilai menjadi representasi Luwu Raya. Seluruh kabupaten Luwu Raya dan daerah sekitarnya diharapkan ikut memeriahkan kampanye akbar NH-Aziz di Kota Palopo.

“Kampanye akbar kita agendakan dua kali sesuai aturan, masing-masing di Kota Makassar dan Luwu Raya. Yang Luwu Raya itu tepatnya di Kota Palopo,” ujar NH.

Dalam kampanye akbar itu, NH menargetkan tim pemenangan dapat mengumpulkan 100 ribu massa. Bukan sebatas massa penggembira atau pengurus parpol pengusung, melainkan masyarakat yang benar-benar akan memilih NH-Aziz.

Lanjut dia, pihaknya sudah menegaskan konsep kampanye yang akan dijalankan berbasis TPS, bukan lagi sebatas untuk hura-hura. Dalam tahapan kampanye rentang 15 Februari hingga 23 Juni, NH menuturkan ada tiga jenis kampanye yang harus dipahami oleh tim pemenangan.

“Yakni rapat umum alias kampanye akbar, kampanye tatap muka terbuka/tertutup dan kampanye terbatas alias dialogis. Tiap ragam kampanye itu memiliki aturan yang harus ditaati, semisal batasan jumlah peserta,” tuturnya.

Pasangan NH-Aziz mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan pilkada damai dan berkualitas.

“Saya dan Ustaz Aziz dari awal sepakat bahwa pencalonan kami harus mencerahkan demokrasi demi pilkada damai dan berkualitas. Dalam pilkada, meski itu kompetisi tapi jangan menghalalkan segala cara. Yang penting juga jangan sampai putus silaturahmi,” imbauan NH.

Sementara itu, Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif menuturkan banyak hal positif Pilkada kali ini.

Menurutnya, kampanye terbatas alias tertutup yang sifatnya sosialisasi dan bertatap muka dengan masyarakat lebih efektif dan elegan ketimbang kampanye terbuka.

“Masa waktu kampanye 129 hari. Dimanfaatkan kandidat dengan baik untuk hal positif. Apalagi kampanye terbuka hanya 2x. Jelang masa tenang sedangkan selebihnya tatap muka,” ujarnya, Jumat (23/2) kemarin.

Dijelaskan, hal yang paling urgen dan positif yang bisa dipetik masyarakat dari kampanye terbatas kandidat yakni pendekatan komunikatif dan dialogis.

“Kebanyakan sosialisasi agar pendekatan dengan masyarakat. Hal ini memudahkan visi misi serta pencerahan dari kandidat. Supaya masyarakat bisa membuat orang senang,” pungkasnya. (*)


div>