RABU , 17 OKTOBER 2018

Masifkan Penggunaan CNG, 150 SPBU Dipasangi Dispenser Gas

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 27 April 2017 10:43
Masifkan Penggunaan CNG, 150 SPBU Dipasangi Dispenser Gas

ilustrasi

RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah terus mengebut jumlah SPBU gas di sejumlah wilayah. Itu tak lepas dari upaya mewujudkan penggunaan CNG (Compressed Natural Gas) sebagai bahan bakar pengganti bensin dan solar.

Tahun ini, Kementerian ESDM telah melakukan maping ke sejumlah titik. Total ada sekitar 150 SPBU yang dinyatakan layak untuk dipasang dispenser gas.

Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja menjelaskan, road map pelaksanaan Peraturan Menteri ESDM 25/2017 tentang lokasi penempatan dispenser gas di SPBU telah selesai dibuat.

Road map ditetapkan langsung oleh menteri ESDM. Berdasarkan road map, terdapat 150 SPBU dinilai layak dan siap untuk dilengkapi alat dispenser gas yang ditargetkan selesai pada 2019.

“Sudah kita identifikasi ada 150 SPBU di berbagai wilayah yang sudah ada infrastruktur gasnya, dan ukuran SPBU-nya juga layak untuk dipasang dispenser gas. Targetnya sampai 2019,” kata Wirat dalam keterangannya, Rabu (26/4).

Menurutnya, 150 SPBU yang siap dipasang dispenser gas seluruhnya terletak di Pulau Jawa. Dengan rincian 42 unit di wilayah DKI Jakarta, 20 unit di Banten, 34 unit di Jawa Barat, 31 unit di Jawa Tengah, dan 23 unit di Jawa Timur.

Pada tiap-tiap SPBU gas juga tercantum target pemasangan dispenser gas dan perkiraan kapasitas. SPBU yang siap dipasangi dispenser gas diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat untuk menggunakan gas sebagai bahan bakar alternatif yang murah dan ramah lingkungan. Masyarakat punya pilihan menggunakan gas sebagai bahan bakar pengganti bensin untuk transportasi. Dengan harga jual Rp 3.100 per liter ekuivalen pertamax diharapkan banyak masyarakat akan beralih ke bahan bakar gas (BBG).

Wirat menambahkan, sebelumnya sudah ada 68 SPBU Gas dan kini ditambah lagi 150 unit. Secara bertahap akan ditambah jumlahnya dengan memprioritaskan daerah-daerah yang telah tersedia infrastruktur gas.

“Permen ini akan bertahap implementasinya. Di daerah yang sudah memiliki infrastruktur gas, jaringan pipa dan fasilitas di situlah nanti implementasinya dilakukan,” pungkas Wirat.


div>