SENIN , 15 OKTOBER 2018

Masih Berstatus Wawalkot Saat DCT, FAS Dilaporkan ke KPU

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Senin , 24 September 2018 20:57

JAKARTA, RAKSUL.COM- Faisal Andi Sapada (FAS) terancam dibatalkan pencalonannya sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI. Hal ini lantaran salah seorang warga Kota Parepare, Edi Idrus resmi melaporkan pria yang masih aktif menjabat sebagai Wakil Walikota Parepare Faisal Andi Sapada ke KPU RI, Senin, 24 September 2018.

Edi Idrus merasa kecewa dengan ditetapkanya Faisal Andi Sapada yang dalam Daftar Caleg Tetap (DCT) sebagai caleg partai NasDem pada 20 September 2018. Padahal kata Edi Idrus, pada saat pendaftaran yang bersangkutan hingga penetapan DCT, FAS masih berstatus sebagai Wakil Walikota Parepare aktif.

“Selaku warga Parepare, saya merasa keberatan dengan masuknya Wakil Walikota Parepare Faisal Andi Sapada di DCT Partai Nasdem daerah pemilihan Sulsel dua dengan nomor urut 4,” ujar Edi kepada Awak Media, Senin (24/9/2018).

Masih kata Edi, dirinya merasa curiga, bahwa pengunduran diri Faisal Andi Sapada pada rapat Paripurna DPRD Kota Parepare hanya sekedar dengan membuat surat permohonan.

“Seharusnya, yang menjadi dasar pemberhentian Faisal adalah surat dari Kemendagri,” tandasnya.

Sementara kata dia, Surat permohonan ke Kemendagri sampai hari ini masih berada di tangan Gubernur Sulsel. “Informasi yang saya dapat surat permohonan dirinya ke Kemendagri masih sama Gubernur, jadi kalau begitu kenapa KPU bisa kecolongan dan menetapkan namanya di DCT,” sesalnya.

Menurut Edi, KPU benar-benar kecolongan. Padahal dalam PKPU No 20 pasal 27 ayat 1, sudah jelas dan terang benderang.

“Bagi calon yang berstatus sebagai gubernur, wakil gubernur, walikota, Wakil walikota, bupati dan wakil bupati, wajib menyampaikan permohonan berhenti satu hari sebelum penetapan DCT. Tapi ini faktanya sudah ditetapkan baru mengajukan permohonan mundur, ini pelanggaran,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Karo Pemerintahan Prov Sulsel Ambarala, saat dikonfirmasi terkait surat permohonan Andi Sapada ke Kemendagri, belum memberikan jawaban. (*)


Tag
div>