KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Massa Aksi Minta Kapolres Mamuju Dicopot, Ini Alasannya

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Senin , 24 September 2018 17:22
Massa Aksi Minta Kapolres Mamuju Dicopot, Ini Alasannya

Aliansi Mahasiswa Mamuju menggelar aksi unjuk rasa di kantor Polres Metro Mamuju Jl. KS Tubun Kelurahan Rimuku. Mereka menuntut AKBP Moh Rivai Arvan dicopot dari jabatannya sebagai Kopolres Mamuju, Senin (24/09).

MAMUJU, RAKYATSULSEL.COM – Aliansi Mahasiswa Mamuju menggelar aksi unjuk rasa di kantor Polres Metro Mamuju Jl. KS Tubun Kelurahan Rimuku. Mereka menuntut AKBP Moh Rivai Arvan dicopot dari jabatannya sebagai Kopolres Mamuju, Senin (24/09).

Aksi tersebut adalah sebagai bentuk tuntutan dari pemukulan yang dilakukan oknum kepolisian Polres Mamuju terhadap mahasiswa dari Fron Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Mamuju saat menggelar aksi unjuk rasa di bundaran simpang lima tugu tani Mamuju Sabtu sore. Aksi FPPI saat itu, menolak kedatangam IMF ke Bali pada 24 September, hari ini.

Terkait itu, Aliansi Mahasiswa Mamuju menilai tindakan pemukulan yang di lakukan oleh oknum polisi sebagai bentuk kegagalan Kapolres Mamuju membina bawahannya saat menghadapi massa aksi di lapangan.

“Kami meminta kepada Kapolda Sulbar agar Kapolres Mamuju segerah dicopot dari jabatannya karena gagal membina anggotanya,” ujar Rusdi, salah satu pengunjuk rasa saat melakukan orasi di depan polres mamuju

Selain itu, massa juga melakukan tuntutan agar oknum polisi yang melakukan pemukulan agar diusut tuntas dan ditindak tegas. Karena telah mencederai intitusi Polri yang tidak mencerminkan sebagai pengayom, pelindung dan pelayan bagi masyarakat.

Beberapan jam massa aksi bergantian orasi di depan kantor Polres Mamuju, Kapolres Mamuju AKBP Moh Rivai Arvan akhirnya menemui massa aksi.

Ia mengakui bahwa pemukulan yang dilakukan anggotanya terhadap mahasiswa sudah berlebihan dan dia pastikan ia akan di proses sesui pelanggaran yang dia lakukan. Tidak menuntut kemungkian bisa pemecatan.

“Itu sudah konsekuensi yang harus saya terima kalau memang akhirnya jatuh kepada saya,” ujar Kapolres Mamuju AKBP Moh Rivai Arvan.

Kapolres juga mengaku bahwa ketiga anggota yang melakukan pemukulan sudah ditindak secara internal. Ketiga orang tersebut satu orang dari kesatuan Satlantas polres mamuju dan dua orang dari Sabhara seperti yang terlihat jelas dalam rekaman video.

“Tinggal kita menunggu hasil sidang internal ketiga oknum polisi tersebut,” pungkasnya. (*)


Tag
div>