KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Massa DIAmi dan Appi – Cicu Padati Kantor Panwas

Reporter:

Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Senin , 26 Februari 2018 11:46
Massa DIAmi dan Appi – Cicu Padati Kantor Panwas

Massa dari kedua pasangan calon Walikota Makassar terlihat memadari Kantor Panwaslu Makassar, Senin (26/2). Foto: Fahrullah/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYASULSEL.COM – Jelang putusan sengketa pilkada atas loporan yang dimasukan oleh pasangan calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin – Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) untuk membatalkan rivalnya Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), kantor Panwaslu Kota Makassar telah di padati oleh kedua massa psangan tersebut, Senin (26/2).

Dalam sengketa itu tim Appi-Cicu telah memasukan tiga poin yang diindikasikan dilanggar oleh Danny selaku petahana. Pertama, program pembagian handphone untuk ketua RT/RW yang dibagikan kurang dari 6 bulan sebelum penetapan.
Menurut penggugat, program tersebut melanggar ketentuan 71 ayat 3 UU NO 10 tahun 2016 dimana Gubernur, Bupati, Wali Kota serta penjabat dilarang untuk menggunakan kewenangan program kegiatan yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon.

Kedua, terkait pengangkatan guru honorer, dan ketiga pasangan Appi-Cicu penggunaan tagline “Dua Kali Tambah baik” sebagai jargon kampanye.

Kapolretabes Makassar, yang langsung memantau keputusan tersebut mengatakan, dalam pengamanan putusan tersebut pihaknya menurunkan 1200 personil kepolisian.

“Kita menurunkan 1200 porsenil dari polrestabes dan dibackup dari dari Brimob Polda Sulsel,” ungkapnya.

Dirinya juga menuturkan jika adanya dua massa dari dua pendukung kandidat sudah diantispasi dengan pengaman ketat agar tidak terjadi gesekan.

“Kita terus mengawal agar tidak ada gesekan dan saat ini sudah kita kawal trus,” jelasnya. (*)


div>