SENIN , 16 JULI 2018

Masyarakat Adat Seko Tolak Seko Fajar

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 23 Februari 2016 15:49

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Ratusan masyarakat adat seko dari empat wilayah adat melakukan aksi unjuk rasa penolakan terhadap Hak Guna Usaha (HGU) PT Seka Fajar. Mereka mendatangi rumah tempat tinggal pihak Seko Fajar, yang terletak di desa Padang Raya, Selasa (23/2).

Aksi penolakan perusahaan yang bergerak pada sektor perkebunan palawija tersebut. Karena masyarakat menganggapnya wilayah yang diklaim oleh Seko Fajar merupakan lahan produktif milik masyarakat adat.

“Wilayah tersebut adalah milik masyarakat sebagai sumber penghidupan. Antara lain pemukiman warga, lahan peternakan, dan pertanian rakyat,” ungkap Ketua PD AMAN Seko, Ilham.

“Harapannya ada tindak lanjut yang diambil oleh pihak pemerintah, untuk segera mencabut izin HGU PT Seko Fajar,” imbuh Ilham.

Sementara Ketua Forum Komunikasi Pemerhati Seko, Muh. Afif, mengatakan lewat pesan singkatnya, Luas lahan yang diklaim oleh PT Seko Fajar, 12.676 Ha, yang keseluruhan merupakan lahan produktif milik masyarakat.

“Jadi perusahaan ini baru saja datang untuk melakukan eksekusi lahan, sehingga kami turun untuk menolak itu,” jelas Afif, melalui pesan SMSnya usai melakukan aksi unjuk rasa.

Wilayah yang dimaksud tersebut adalah wilayah Seko padang yang terdiri dari 6 Desa. Yakni Desa Hono, Lodang, Padang Raya, Padang Balua, Marante, dan Desa Taloto.

Sementara Kawasan itu merupakan wilayah yang dinaungi oleh 4 pemangku adat yang terdiri dari Tobara’ Hono, Tobara’ Turong, Tobara’ Lodang, dan Tokey Singkalong.

Menurutnya, sampai kapanpun masyarakat adat seko tidak akan memberikan kesempatan kepada pihak perusahaan untuk melakukan aktivitas di wilayah adat seko.

Untuk diketahui bahwa, HGU PT Seko Fajar pernah dicabut izinnya oleh pemerintah pada tahun 2012. Namun pihak perusahaan melakukan gugatan ditingkat Mahkamah Agung dan memenangkannya, sehingga mereka kembali melakukan aktivitasnya.


div>