KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Masyarakat Puas, Elektabilitas Idris-Suardi Sulit Terkejar

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Senin , 21 September 2015 20:41

BARRU,RAKYATSULSEL.COM – Tersisa 78 hari jelang pencoblosan di Pilkada Barru, tingkat kepercayaan terhadap Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) tetap stabil. Terbukti, elektabilitas pasangan nomor urut 3 itu masih jauh meninggalkan para pesaingnya.

Hasil survei terbaru Indeks Politica Indonesia (IPI) medio September 2015, masyarakat di kabupaten itu masih menginginkan Idris Syukur melanjutkan pembangunan. Pasalnya, mayoritas responden yang dilibatkan merasa puas dengan kepemimpinan kandidat doktor lingkungan dan pembangunan di Universitas Brawijaya, Malang itu.

“Pilkada Barru kemungkinan tetap akan dimenangkan Andi Idris Syukur-Suardi Saleh. Sebab hingga September, kandidat ini masih unggul elektabilitas. Selisihnya juga cukup jauh dari kedua pasangan rivalnya,Malkan-Salahuddin, dan Anwar-Adhan,” kata Direktur IPI, Suwadi Idris Amir, Senin (21/9).

Selain unggul dari segi elektabilitas, pasangan bertagline “Bekerja untuk Rakyat” tersebut, juga leading di kerja-kerja politik. Seperti penetrasi issu pencitraan dan gerakan mobilisasi, sehingga mampu menguasai media sosial. “Dan hingga saat ini variabel-variabel tersebut lebih dominan dikuasai kubu AIS,” tambah Suwadi yang di Pilkada Jeneponto sukses memenangkan Iksan Iskandar.

Dia meyakini, jika Idris-Suardi mampu meningkatkan lagi kerja-kerja politiknya, maka bisa dipastikan para rivalnya akan sulit mengejar pasangan perpaduan birokrat-birokrat tersebut. Apalagi, isu yang dialamatkan ke Idris selama ini, justru tidak mempan.

“Kalau keunggulan AIS bisa dipertahankan, apalagi mampu meningkatkan kerja-kerja politiknya lagi, maka bisa dipastikan pasangan ini akan mengunci kemenangan di Pilkada Barru,” tambah Suwadi yang di Pilkada Barru memilih tidak mendampingi satupun kandidat.

Sebelumnya, Adhyaksa Supporting House juga mengunggulkan AIS bisa memenangkan pilkada. Pasalnya, black campaign atau negatif campaign yang massif dilakukan untuk menjatuhkan Idris, justru tidak memberikan dampak signifikan.

Selain IPI dan Adhyaksa, analis politik dari Universitas Muhammmadiyah (Unismuh) Makassar, Arqam Azikin juga melansir hasil riset prilaku politik di Pilkada Barru. Dari sembilan item yang di survei, AIS unggul di tujuh prilaku politik.

Sementara dua prilaku politik lainnya dibagi Malkan-Salahuddin dan Anwar-Adhan. Sama dengan IPI, Arqam juga memprediksi kalau AIS bisa keluar sebagai jawara, sepanjang tidak ada perubahan politik luar biasa di sisa waktu yang ada.

Terkait itu, Juru Bicara AIS, Arif Saleh mengingatkan, agar hasil survei sejumlah lembaga profesional hendaknya dijadikan motivasi untuk terus bekerja menyosialisasikan AIS melanjutkan pembangunan.

“Tentu kita mengapresiasi hasil survei itu. Apalagi mereka lembaga profesional, dan bukan lembaga yang dibiayai oleh kandidat. Meski demikian, hasil tersebut harus dijadikan spirit untuk terus bekerja menyosialisasikan AIS secara santun tanpa menjelek-jelekkan kandidat lain,” imbau Arif.


div>