JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Masyarakat Torut Rayakan Hari Bumi dengan Kerja Bakti Massal

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 17 April 2016 12:11

TORAJA UTARA. RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah masyarakat yang memiliki kepedulian yang akan alam, yang tergabung dalam wadah, Komunitas Masyarakat Perduli Lingkungan Hidup (KMPLH) yang melibatkan sejumlah elemen masyarakat Toraja Utara, seperti KNPI, Lingkar Pena Pariwisata Toraja (LPPT), Pencinta Alam Sangtorayan, Aliansi Adat Nusantara, PMKRI, dan Kelas Inspirasi Toraja. Mereka akan melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Torut untuk bersama-sama mengadakan kerja bakti massal di Kota Rantepao, dalam rangka memperingati hari bumi.

Koordinator KMPLH, Abigael Dawa, mengatakan, kondisi alam Toraja saat ini sudah sangat memprihatinkan, mengingat dalam tahun 2016 ini akibat bencana alam, longsor yang sampai menelan jiwa, dan sejak masuk 2016 terjadi longsor di berbagai wilayah di Torut. Karena masyarakat sudah mulai tidak memiliki kepedulian dengan alam, membuang sampah disembarang tempat, menebang pohon tanpa melakukan penanaman kembali ,sehingga hutan menjadi gundul, akhirnya terjadi longsor.

“Saya sebagai perantau Toraja memiliki kepedulian dengan alam Toraja yang selama ini dikenal dunia, karena alamnya yang indah dan budaya. Na kalau alam kita rusak, masa depan bumi dan generasi penerus kita akan terancam,” ungkapnya.

Abigael menjelaskan, tahun ini untuk pertama kalinya Torut akan melibatkan diri dalam rangka memperingati hari bumi.

Dalam rangka memperingati hari bumi, yang jatuh pada 22 April ini, KMPLH akan gelar kerja bakti massal, penanaman pohon, dan pemadaman listrik untuk menghemat energi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkampayekan tentang dampak kerusakan lingkungan dan untuk penurunan emisi karbon, serta bagaimana kita melakukan penghematan energi.

Sementara perwakilan KNPI, Randy Tambing, mengatakan kegiatan tersebut sangat baik dan diharapkan akan berkelanjutan dan bisa mengajak masyarakat yang lain untuk menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, minimal di sekitar rumahnya. Apalagi, kerja bakti tersebut akan melibatkan sekolah-sekolah SD yang ada di Rantepao, dengan maksud menanamkan dari dini tentang kebersihan lingkungan. (***)


div>