SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Masyarakat Ujung Baji Minta Polres Takalar Tutup Tambang Pasir

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Jumat , 02 Februari 2018 19:01
Masyarakat Ujung Baji Minta Polres Takalar Tutup Tambang Pasir

Masyarakat Ujung Baji Kecamatan Sanrobone, saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Polres Takalar, Jum'at (2/2).

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Masyarakat Ujung Baji Kecamatan Sanrobone, kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Polres Takalar, Jum’at (2/2).

Menurut warga Sanrobone, Hasan, pihaknya mendesak Polres Takalar agar segera menutup tambang pasir di Desa Ujung Baji karena ini merusak lingkungan dan mengancam ruang hidup rakyat.

“Kami menyampaikan bahwa tambang pasir di Desa Ujung Baji berlangsung sejak pertengahan tahun 2017 lalu dan merupakan daerah pesisir masyarakat sehingga mereka sangat diresahkan dengan keberadaan tambang tersebut yang tidak jelas legalitas izinnya,” kata Hasan.

Menurut Hasan, awalnya tambang ini hanya percetakan sawah dan empang namun pasirnya dikomersialkan yang diduga tidak mengantongi Izin.

Sehingga pengerukan pasir laut meningkatkan potensi abrasi dan erosi pantai di pesisir Desa Ujung Baji, padahal termasuk tipe pantai terbuka dan tidak dilindungi oleh ekosistem, terumbu karang maupun mangrove.

Selain dari itu, galian tambang dekat dengan tempat tinggal masyarakat sangat mengkhatirkan terjadinya pergeseran tanah akibat kondisi tanah yang berpasir dan mobil truk yang mengangkut pasir sangat membahayakan keselamatan masyarakat serta jalan dan drainase rusak akibat aktivitas mobil truk pengangkut pasir.

“Kami mendesak Polres Takalar untuk mengusut tuntas dan menghentikan proses tambang galian pasir, hentikan segera dan cabut izin usaha penambangan yang selama ini kami merasa dirampas ruang hidup rakyat dan merusak lingkungan,” tegasnya. (*)


div>