JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Mau Cawapres Lagi, Nasib JK di Tangan MK

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 09 Agustus 2018 14:20
Mau Cawapres Lagi, Nasib JK di Tangan MK

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jusuf Kalla (JK) kini masih menanti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal masa jabatan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang diajukan Partai Perindo.

Gugatan ini bisa dibilang, sebagai tiket JK maju sebagai cawapres di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 untuk yang ketiga kalinya. Sementara masa pendaftaran capres menyisakan satu hari lagi atau akan berakhir 10 Agustus besok.

Pendamping Joko Widodo (Jokowi) pun hingga saat ini belum juga menemui titik terang akan menggandeng siapa sebagai cawapresnya.

Aktivis senior M Hatta Taliwang menilai, Partai Perindo yang masuk dalam koalisi pendukung merupakan perpanjangan tangan Jokowi agar JK bisa maju kembali menjadi cawapres.

“Ini sederhana, karena semua ada apa di balik apa, ini berawal dari kekhawatiran Jokowi yang susah cari pendampingnya untuk menang,” ujar Hatta.

Hatta menilai alasan Jokowi tetap memilih JK lantaran figur yang istimewa dan dapat mengantarkan Jokowi memperoleh kemenangan di 2019 mendatang seperti 2014 lalu.

Figur JK, kata Hatta, bisa merepresentasikan wilayah Indonesia timur, Islam moderat dan representasi bisnis. “Pak JK bisa representasi bisnis baik ke bumiputra atau non bumiputra. Beliau juga bisa mewakili Sumbar karena istrinya dari Sumbar,” bebernya.

Hatta menilai sejauh ini nama yang disodorkan ke Jokowi belum ada sekaliber JK. Apalagi figur seperti JK sangat sulit ditemukan. Koalisi Jokowi juga terancam pecah jika tidak ada tokoh penyeimbang seperti JK.

Sekjen DPP PPP Arsul Sani mengatakan, pendaftaran capres tidak mengikuti jadwal Mahkamah Konstitusi. Hal ini dikarenakan nantinya putusan MK bisa diputuskan melewati tanggal pendaftaran. “Koalisi ngikutin tahapan jadwal yang sudah ada, tanggal 10 Agustus 2018,” ujar Arsul.

Di sisi lain, JK memilih tetap menunggu putusan MK. JK juga akan menerima apa pun putusan MK nantinya.

“Ya pokoknya kita tunggu saja dulu putusan MK. Kita menerima apa saja yang diputuskan oleh MK,” ujar JK.

Terpisah, Pakar Politik Univeraitas Bosowa (Unibos) Makassar Arief Wicaksono menuturkan, JK sebagai pihak terkait perihal gugatan yang dilayangkan oleh Partai Perindo ke MK bukanlah hal yang salah. Karena memang, menurut Arief, JK memiliki hak untuk mendapatkan kepastian perihal status dirinya di Pilpres nanti.

“Pertama yang harus diklirkan adalah, yang menggugat adalah Partai Perindo dan JK dalam gugatan tersebut adalah sebagai pihak terkait. Untuk itu menurut saya, JK tetap memiliki hak konstitusional warga negara dalam mencari solusi atas permasalahan hukum atas dirinya,” kata Arief.

Perihal belum adanya putusan uji materi dari MK, menurut Arief, tentunya baik JK maupun Presiden RI Joko Widodo sudah mengetahui mengapa MK belum juga mengambil sikap. Bisa jadi, kata Arief, sudah ada skenario yang dibangun untuk memberikan kejutan nantinya.

“Meskipun hingga tersisa 2 hari lagi pendaftaran capres cawapres di KPU, MK belum memberikan putusan, saya yakin sudah ada skenario yang disiapkan dari pihak JK maupun dari pihak Jokowi dan parpol koalisi,” jelasnya. (*)


div>