• Senin, 24 November 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Mau Untung Banyak, Pengecer Ikut Timbun BBM

Operasi Dian Polda Sulsel Amankan 7 Ton

Sabtu , 22 Juni 2013 13:23
Total Pembaca : 277 Views
TUNJUK BB. Petugas Polres Pelabuhan memperlihatkan sitaan 1 ton BBM ilegal dari dua penimbun di Polres Pelabuhan, Makassar, kemarin. (Foto : ASEP/RAKYAT SULSEL)

Baca juga

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Operasi Dian yang dilakukan Polda Sulselbar berbuah hasil. Operasi serentak di seluruh jajaran Polda se-Indonesia untuk mengantisipasi dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) ini berhasil mengamankan tujuh ton BBM yang ditengarai ditimbun oleh pengusaha.

Ada dua case yang diungkap jajaran Polda Sulselbar dalam beberapa pekan. Jumat (21/6) kemarin, seorang pengecer bernama Muh Nur Nasir ditangkap karena diduga melakukan penimbunan BBM jenis solar dan bensin sebanyak 1 ton lebih. Sementara case kedua, pada 12 Juni lalu, Tim Ditkrimsus Polda Sulsel juga mengamankan 6 ton BBM yang diselundupkan di rumah Ibrahim, warga Jl Sultan Abdullah I Makassar.

Untuk pengecer Muh Nur Nasir, dia kedapatan menyimpan BBM dalam jumlah besar. Sementara, dirinya hanya memiliki surat izin pengecer dari Pemkot Makassar. Kapolres Pelabuhan, AKBP Wishnu Buddhaya menuturkan, Nasir yang merupakan owner PT Isbar Jaya ditangkap petugas Polres Pelabuhan di tokonya Jalan Barukang VI, Kecamatan Ujung Tanah.

Saat diperiksa, BBM tersebut disimpan di drum dan jerigen. “Jumlahnya 1 ton dan telah kami amankan,” bebernya, kemarin.

Dari pemeriksaan sementara, lanjut Kapolres, pelaku berencana akan menjual BBM tersebut ke nelayan saat pemerintah resmi menaikkan harga BBM. Pelaku juga mengaku mendapatkan bensin dan solar dari sejumlah SPBU di Makassar. Selama ini minyak didapatkan dengan membeli di SPBU menggunakan jerigen atau drum.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan AKP Hardjoko menambahkan, pihaknya masih menyelidiki dugaan kerjasama Nasir dengan beberapa SPBU dalam menjalankan penimbunan. “Masih kami dalami,” katanya. Pelaku sendiri akan dikenakan Pasal 53 Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak Bumi dan Gas dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara.

Sebelumnya pada 12 Juni lalu, tim Ditkrimsus Polda Sulsel juga mengamankan 6 ton BBM yang diselundupkan di rumah Ibrahim di Jalan Sultan Abdullah I Makassar.

Enam ton minyak ditemukan terbagi dua, di dalam rumah dan di mobil. Solar dan bensin disimpan di 25 drum, 17 jerigen, dan tiga bak penampungan. Penemuan tersebut berawal dari pengintaian polisi atas beberapa bentor yang kedapatan membawa jerigen solar.

Dikonfirmasi marakanya penimbunan BBM, pihak Pertamina Regional VII Wilayah Sulsel mengatakan akan melakukan tindakan tegas dengan memberikan sanksi internal kepada pihak yang melakukan penimbunan. “Karena ini barang subsidi pemerintah, dan ada oknum yang melakukan penimbunan pertamina tentu tidak tinggal diam, dan akan memberikan sanksi,” lugas Rosmina Noerdin, Humas Pertamina Regional VII Sulsel, malam tadi.

Meski demikian, Rosmina mengatakan tidak ada domain Pertamina jika pihak kepolisian sudah melakukan tindakan hukum. “Karena ini sudah ditangani pihak kepolisian kami tidak memiliki hak untuk mencampurinya. Yang jelas, kami Pertamina akan terus melakukan upaya pencegahan penimbunan,” katanya. (aha-pep-rad)