KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

May Day, Serikat FSPASI Nyatakan Tak Pilih Jokowi di Pilpres 2019

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 01 Mei 2018 12:28
May Day, Serikat FSPASI Nyatakan Tak Pilih Jokowi di Pilpres 2019

int

RAKYATSULSEL.COM – Ratusan massa Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI) menyuarakan suara mereka dengan memegang banner bertuliskan ‘Kami Pastikan Tidak Pilih Jokowi’. Hal ini terlihat saat massa serikat buruh sedang melakukan may day di sekitaran Monumen Nasional (Monas), Selasa (1/5).

Sekjen FSPASI, Nanang Sumantri menerangkan, hari buruh atau May Day dimanfaatkan pihaknya untuk menyampaikan kritik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, di era kepemimpinan Jokowi, para buruh merasa semakin sengsara.

“Kita sudah tau rekam jejak Jokowi. Buruh kini memiliki upah murah, sistem kerja kontrak, outsourching dan magang merajalela. Kehidupan burug Semakin sengsara dikarenakan kenaikan harga pangan, pencabutan subsidi BBM, sistem jaminan kesehatab dan Ketenagakerjaan yang amburadul sehingga membuat buruh semakin miskin,” kata Nanang di Patung Kuda, Selasa (1/5).

Oleh sebab itu, pihaknya menyatakan tidak akan memilih Jokowi pada pemilu 2019 nanti. Bahkan, mereka mendukung langkah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang segera mendeklarasikan presiden pilihan buruh siang ini di Istora Senayan.

“Kami mendukung, tapi karena kami tidak masuk ke dalam KSPI, tapi kami mendukung ganti presiden. memilih pemimpin yang pro buruh,” ungkapnya.

Meski tidak menyatakan pilihan kepada ketua umum Gerindra Prabowo seperti KSPI, kata Nanang, pihaknya akan memilih calon presiden yang pro kepada buruh.

“Siapapun pemimpin nya kami setuju, tidak harus Prabowo tapi siapa saja pemimpin nya nanti. Jika memang pro buruh kami mendukung,” pungkasnya.

Pantuan JawaPos.com, massa buruh mulai membentuk barisan untuk melakukan longmarch ke Istana negara. Mereka membawa atribut berupa bendera, poster, spanduk besar dengan bermacam tulisan yang isinya tuntutan mereka.

Arus lalu lintas di kawasan Patung Kuda pun sepi. Hal ini lantaran Ditlantas Polda Metro Jaya telah mengeluarkan rekayasa lalu lintas, sehingga kendaraan tidak bisa melintas kawasan Patung Kuda.

(eve/JPC)


div>