RABU , 23 MEI 2018

MC Expo 2017 Dihadiri Petinggi Luar Negeri

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 23 Mei 2017 10:18
MC Expo 2017 Dihadiri Petinggi Luar Negeri

ASEP/RAKYATSULSEL/D PARADE BECAK. Parade becak dengan model berbaju bodo melintas di Jl Penghibur, pada acara Makassar City Expo 2017, Senin (22/5).

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Makassar City Expo (MC Expo) 2017 secara resmi dibuka Ditjen Aplikasi Informatika (Aprika) Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan di Pantai Losari, Senin, (22/5).

Berbagai petinggi negara hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya, Konjen Australia, Richard Mathew, Konjen Jepang, Konsulat Kehormatan Swiss, Konsulat Kehormatan Jerman, Kedubes Inggris, dan perwakilan Taiwan. Selain itu Kasdam, Wakapolda, Mantan Wali Kota Makassar Malik B Masri juga terlihat dalam kegiatan tersebut.

“MC Expo merupakan pertanggungjawaban visual kerja-kerja saya dan wakil wali kota selama tiga tahun terakhir ini,” ucap Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto.

Selama tiga tahun, Danny–sapaan akrabnya mengatakan, banyak hal yang telah dicapai. Namun, menurutnya hal itu belumlah sempurna karena masih banyak persoalan yang mesti dibenahi ke depan.

Dari data BPS terungkap beberapa kemajuan penting kota ini di bawah nakhoda Danny Pomanto dan wakilnya Syamsu Rizal. “Yang terpenting adalah pertumbuhan ekonomi Makassar pada saat pertama kami berdua dilantik posisi GDP Growth 7,11 persen hari ini (kemarin) kita masuk keangka 8 persen,” jelas Danny.

Dari sisi pendapatan saat pertama pasangan ini dilantik, pendapatan masyarakat Makassar sekitar Rp 70 juta. Saat ini berdasarkan BPS tahun 2016 tercatat pendapatan meningkat hingga sekitar Rp 86 juta per tahun.

Indek Pembangunan Manusi (IPM) yang dulunya hanya 75 namun saat ini telah meningkat ke angka 80,53, nilai ini termasuk tertinggi di Indonesia.

[NEXT-RASUL]

“Begitu halnya pada tingkat kebahagiaan warga Makassar, Alhamdulillah juga tertinggi di Indonesia. Indeks kebahagiaan Indonesia sekitar 69 persen, kota-kota maju lainnya sekitar 70 persen, Makassar tembus diangka 75, 21 persen,” jelasnya.

Dengan capaian itu, Danny mengatakan tidak akan berhenti sampai di situ saja, namun Ia bersama wakilnya mengaku akan terus bekerja memenuhi janji- janjinya kepada masyarakat, salah satunya membentuk pemerintahan yang transparan. “Karenanya setiap tahun kita mengadakan pertanggungjawaban visual seperti ini, apa-apa inovasi yang sudah jalan, apa-apa uang negara yang sudah kita pakai,” bebernya.

Ia mencontohkan salah satu sistem pelayanan gratis telemedicine. Yakni pelayanan kesehatan gratis ke rumah selama 24 jam. Pelayanan ini menggunakan mobil karimun, dilengkapi peralatan canggih EKG dan USG yang siap melayani pasien di rumah-rumah. Inovasi ini telah menjadi top 35 inovasi pelayanan publik nasional dan diperlombakan di PBB. Layanan ini disebut home care dottoro’ta dan dipamerkan di tempat itu.

Danny juga menegaskan, bahwa pemerintahannya selain ingin menjadikan Makassar 2x+v (dua kali tambah baik), ia juga memastikan bahwa jangan biarkan Makassar mundur lagi.

“Foto-foto yang telah ditayangkan di kegiatan ini akan bercerita bahwa pemerintah ini kerja. Bagaimana

Makassar mendapat berbagai penghargaan dan tidak didapatkan begitu saja, inilah kerjanya. Foto menceritakan satu tahun apa yang kita kerjakan. Orang akan mengapresiasi. Orang akan tahu betapa besarnya dedikasi kita, orang akan tahu betapa banyakanya waktu pikiran dan tenaga yang kita korbankan untuk memikirkan Makassar,” kata Danny.

Sementara, Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, pada kesempatan yang sama juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada segenap warga Kota Makassar selama 3 tahun ini telah mendukung dan memberikan kontribusi nyata dalam setiap pembangunan di Makassar.

[NEXT-RASUL]

“Semua warga Kota Makassar telah memberikan kontribusi sesuai porsi masing-masing. Kami berdua tentu tidak akan pernah bisa membangun kalau tidak ada kontribusi dari semua warga. Jadi terima kasih dan jangan biarkan Makassar mundur lagi,” ujar pria yang akrab disapa Deng Ical ini.

Dirjen Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani yang mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang didaulat membuka secara resmi berlangsungnya  MC Expo 2017 ini, mengawali penyampaiannya bahwa dirinya yang dilahirkan di Makassar mengaku jika konsep Sombere yang diterapkan dalam pemerintahan DIA (tagline Danny-Ical) adalah sebuah konsep yang betul-betul mencerminkan hubungan pemerintah yang selalu berpihak kepada rakyat.

“52 tahun yang lalu saya dilahirkan di Makassar, tentu sangat berbeda dengan Makassar yang sekarang. Jujur saya ingin belajar konsep Sombere yang diterapkan pemerintah Makassar,” ungkap Adri.

Untuk diketahui, adapun foto- foto kegiatan dan inovasi setiap SKPD yang sudah dipamerkan pada MC Expo ini rencananya akan dibukukan atau dimasukkan ke dalam museum kota agar menjadi pembelajaran untuk pemerintahan ke depan. (ale/D)


div>