SELASA , 23 OKTOBER 2018

Mekanisme Pendaftaran CPNS Diubah

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 05 Juli 2018 15:01
Mekanisme Pendaftaran CPNS Diubah

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Mekanisme pendaftaran CPNS 2018 menjadi isu utama dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian yang akan dihelat Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 11 Juli mendatang di Gedung Indonesia Convention Exchibition (ICE) BSD Tangerang.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengungkapkan, salah satu alasan diangkatnya isu tersebut untuk memperluas penetrasi kepahaman publik mengenai seleksi CPNS yang kini semakin profesional, transparan dan obyektif sebagai bukti komitmen mewujudkan kinerja birokrasi yang lebih baik.

BKN selaku ketua pelaksana kegiatan penyelenggaraan rekrutmen CPNS 2018 akan menggunakan sistem seleksi CPNS terintegrasi yang akan memangkas alur penyelenggaraan seleksi, salah satunya dalam mekanisme pendaftaran.

“Jika tahun sebelumnya, pendaftar seleksi CPNS pada sejumlah instansi masih harus membuka dua portal saat akan registrasi, kini proses pendaftaran hanya berfokus pada portal SSCN (Sistem Seleksi CPNS Nasional),” tutur Ridwan, Rabu (4/7).

Demikian juga nantinya dalam pelaksanan seleksi hanya akan digunakan satu sistem seleksi yakni Computer Assissted Test (CAT-BKN) yang dari hari ke hari semakin memikat kepercayaan publik karena obyektivitas dan transparansi yang mampu dibuktikan dalam penyelenggaraan seleksi yang difasilitasinya selama ini.

Materi lain yang akan dipaparkan dalam Rakornas Kepegawaian 2018 antara lain Grand Design Pengelolaan Human Capital Aparatur Sipil Negara Menuju World Class Aparatur Sipil Negara yang akan disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

Materi tentang “Singapore Experiences in Managing Human Capital to be World Class Civil Service yang akan dipaparkan oleh Lim Soo Hoon dari Public Service Division (PSD) Singapore. Materi tentang “Trend Industri Kreatif dalam Era Industri 4.0” yang akan disampaikan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. (esy/jpnn)


div>