KAMIS , 24 MEI 2018

Mekanisme Usungan Golkar di Pilkada Kini Beda

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 19 Mei 2017 09:32
Mekanisme Usungan Golkar di Pilkada Kini Beda

Usungan Golkar di Pilkada 2018. (Karikatur RakyatSulsel.)

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Standar ganda diterapkan Partai Golkar dalam mekanisme pengusungan calon kepala daerah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 mendatang.

Empat kepala daerah (kada) petahana telah direkomendir, minus wakil bupati yang juga Ketua Golkar Pinrang. Kepala daerah yang telah direkomendir seperti, Taufan Pawe (Parepare), Muslimin Bando (Enrekang), Fahsar Padjalangi (Bone) dan Iksan Iskandar (Jeneponto). Seleksi sendiri hanya berlaku bagi kandidat calon wakil kepala daerah.

Riset survei yang semula menjadi komitmen prasyarat pengusungan sebagaimana yang dihasilkan Munaslub Golkar Bali, tak lagi diterapkan. Asalkan bos oke, rekomendasi bisa diterbitkan. Persoalan terpilih urusan belakangan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Sulsel, Kadir Halid enggan berkomentar banyak terkait aturan tersebut. Menurutnya, semua keputusan di DPP harus diterapkan DPD I dan DPD II. “Yang namanya kader partai, apapun keputusan DPP dan DPD I harus diterima,” ujarnya.

Menurutnya, aturan yang telah berubah tersebut tak boleh dipermasalahkan. “Yang namanya aturan kan bisa diralat, sesuai kebutuhan partai, persoalan usungan kandidat dan penjaringan hak DPP dan DPD I Golkar, tak boleh dipermasalahkan,” tegasnya.

Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel, M Roem berpendapat soal empat kepala daerah yang ditunjuk langsung bertarung di Pilkada Sulsel 2018 tanpa penjaringan adalah kesepakatan internal Gokar melalui Rapimda dan Rakorda  belum lama ini.

[NEXT-RASUL]

“Rapimda sudah diputuskan, calon incumbent di empat daerah bertarung tanpa pendaftaran, sedangkan non incumbent di delapan daerah lainnya akan dilakukan penjaringan,” tuturnya.

Dia menambahkan, mekanisme partai sudah tepat sehingga memberikan juga ruang kepada figur internal Gokar untuk bertarung di daerah lain. Meski demikian, ia juga menuturkan agar kader Golkar taat dan patuh pada mekanisme yang diterapkan DPD dan DPP Gokar. “Ini sudah tepat,” jelas Ketua DPRD Sulsel dua periode itu.

Ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta tak mempermasalahakan mekanisme yang diterapkan DPD I Golkar yang lebih mengistimewakan empat kandidat di empat daerah dI Sulsel.

Menurutnya, apapun keputusan yang dihasilkan oleh DPD Golkar Sulsel. Sebagai kader yang loyal tetap tunduk dan mengikuti aturan yang berlaku. “Tidak masalah, sebagai kader apapun keputusan harus kita ikuti,” katanya.

Ketua DPRD Kota Makassar dua periode ini menambahkan, niatnya untuk maju di Pilwalkot Makassar adalah dorongan dari DPP dan DPD I. Selain itu lanjut dia ditopang oleh DPD II Kota Makassar sehingga dirinya optimis keputusan partai manambah motivasi untuk terus bersosialisasi. “Ini merupakan motivasi,” pungkas Aru.

Ketua Golkar Sinjai, Iskandar Lathief menuturkan, DPD II Golkar Sinjai baru akan membuka penjaringan bakal calon kepala daerah yang akan di usung nantinya. Ia mengatakan, petunjuk untuk membuka penjaringan merupakan perintah langsung dari DPD I dan DPP Golkar.

[NEXT-RASUL]

“Kita baru mau buka penjaringan dan pendaftaran. Dan petunjuknya kemarin setelah rakernis kita ingin membuka kesempatan,” ungkapnya, Kamis (18/5).

Iskandar melanjutkan, sebelum membuka penjaringan bakal calon kepala daerah. DPD II Golkar Sinjai terlebih dahulu akan melakukan rapat internal untuk melakukan pembahasan baik sarana dan prasarana pelaksanaan penjaringan nantinya.

“Kita juga baru mau rapat internal dulu, mungkin minggu depan baru rapat. Karena baru dua hari lalu ini instruksinya,” jelasnya.

Saat ditanya terkait peluang Golkar Sinjai mengusung kader internal, Iskandar enggan untuk berspekulasi. Ia hanya menuturkan bahwa untuk saat ini Golkar Sinjai fokus pada tahapan penjaringan yang akan dilakukan. Namun, ia tidak menampik bahwa bakalan ada kader internal yang akan maju dan ikut bertarung di pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Pada prinsipnya Golkar siap, untuk saat ini kita di Golkar sinjai belum bisa mengatakan apakah akan ada kader yang akan maju atau tidak. Yang jelas kita buka kesempatan dulu, nanti dilihat siapa-siapa yang mendaftar,” paparnya.

Sebelumnya, Plt Golkar Kabupaten Bantaeng, Arfandi Idris menyebutkan untuk usungan di daerah akan diserahkan sepenuhnya kepada DPP dan DPD I Golkar.

“Saat ini memang ada dari internal Golkar,¬† hanya saja keputusan di DPP dan DPD I Golkar,” singkat Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel itu. (E)


div>