RABU , 24 JANUARI 2018

Melalui Pesan Berantai, Juru Kunci Lembah Ramma Dikabarkan Meninggal

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 29 Januari 2015 12:32

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM  –  Beredar informasi melalui pesan berantai melalui BlackBerry di kalangan pendaki dan penggiat alam bebas di Makassar, bila juru kunci Lembah Ramma, Pegunungan Bawakaraeng, Malino, Kabupaten Gowa yang dikenal dengan Tata Mandong telah wafat, Kamis (29/1).

Sebenarnya, informasi ini beredar sejak Rabu (28/1) kemarin dan barulah hari ini informasi yang tersebar luas, baik status-status BlackBerry maupun Twitter dan Facebook pun telah mengabarkan kabar duka ini.

Hanya saja, tidak ada yang bisa memastikan kabar tersebut, apa benar atau kabar bohong (hoax) belaka.

Sejumlah pendaki bahkan ada membantah kabar itu.

“Siapa bilang juru kunci lembah Ramma/G. Bawakaraeng, yg bernama Tata Mandong meninggal? itu Cuma Issu, …. ” tulis @MBLulla di twitternya.

“Mari ki sama2 doakan Tata Mandong smoga beliau baik2 ji karena berita miring ttg wafatnya beliau masih belum bisa dipastikan kebenarannya.. ” tulis akun anonim @JukirMKS

Hampir semua pendaki yang pernah ke lembah Rammah mengenal atau telah berjumpa kakek berumur 78 tahun ini. Gubuknya yang kecil tak jauh dari area camp para pendaki. Dengan ramah dia selalu menyambut para pendaki yang bertandang ke gubuknya itu.

Tata Mandong sendiri sebelumnya tinggal di Lembah Lowe. Namun,  sejak terjadi longsor di Gunung Bawakaraeng pada 2004 silam, lembah ini dipenuhi material longsor dan tidak aman untuk dihuni.

Setelah peristiwa itu, Tata Mandong mulai terlihat di Lembah Ramma. Tata Mandong juga punya keluarga yang tinggal di Desa Panaikang, Malino, Gowa.


div>